Liga Muslim Dunia mengecam keras aksi serangan kelompok pemukim Israel terhadap warga Palestina dan tempat ibadah di Tepi Barat pada Jumat (19/6).

Kecaman tersebut disampaikan merespons eskalasi kekerasan yang dinilai merusak stabilitas keamanan serta melanggar hukum internasional.

in1

>>> IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Jadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Serangan terbaru menyasar beberapa lokasi strategis, termasuk Masjid Besar di desa Jiljilya dan Masjid Al-Faruq di utara Ramallah.

Aksi perusakan ini tidak hanya menyasar warga sipil, tetapi juga merusak harta benda serta rumah ibadah milik masyarakat Palestina.

Seruan Tindakan Internasional

Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, menegaskan bahwa penyerangan terhadap rumah ibadah merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan nilai kemanusiaan.

Tindakan kekerasan yang terus meningkat ini dikhawatirkan memperburuk situasi keamanan wilayah setempat dan mengganggu proses perdamaian.

>>> Zlatan Ibrahimovic Sindir Alexi Lalas dalam Siaran Piala Dunia 2026

Liga Muslim Dunia mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan tegas, baik secara moral maupun hukum, demi melindungi warga sipil dan tempat ibadah di Palestina.

Lembaga ini juga memberikan apresiasi atas sikap penolakan yang ditunjukkan oleh sejumlah negara seperti Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Turki terhadap pelanggaran tersebut.

Sebelumnya, para Menteri Luar Negeri dari negara-negara tersebut telah merilis pernyataan bersama melalui The Saudi Press Agency (SPA) pada Kamis (18/6).

>>> UE Siapkan Sanksi Baru untuk Targetkan Kelompok Kejahatan Transnasional

Mereka mengutuk keras kekerasan pemukim Israel dan menegaskan kembali dukungan terhadap hak sah rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka yang berdaulat berdasarkan solusi dua negara serta resolusi internasional.