Google mengumumkan jadwal implementasi sistem verifikasi pengembang yang akan mengubah cara distribusi dan instalasi aplikasi Android di luar Google Play Store.

Kebijakan ini merupakan langkah perusahaan untuk meningkatkan keamanan ekosistem Android tanpa menghilangkan kemampuan sideloading yang menjadi ciri khas platform tersebut.

in1

>>> Paraguay Tekuk Turki 1-0 Berkat Gol Cepat Matias Galarza

Melalui sistem baru, aplikasi yang dipasang pada perangkat Android bersertifikasi harus berasal dari pengembang yang identitasnya telah diverifikasi oleh Google.

Aturan ini berlaku tidak hanya untuk aplikasi di Google Play Store, tetapi juga untuk aplikasi dari toko pihak ketiga maupun file APK yang dipasang secara manual.

Google menyebut langkah ini dirancang untuk mempersulit pelaku kejahatan siber yang kerap membuat akun baru setelah aplikasi berbahaya mereka diblokir.

Dengan mengaitkan aplikasi ke identitas pengembang yang telah diverifikasi, perusahaan berharap dapat meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi penyebaran malware di Android.

Implementasi Bertahap Mulai September 2026

Menurut timeline resmi Google, proses verifikasi kini telah tersedia untuk seluruh pengembang Android.

Namun, penerapan aturan kepada pengguna akan dimulai secara bertahap mulai 30 September 2026.

Gelombang pertama mencakup empat negara, yaitu Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand.

Setelah itu, Google berencana memperluas kebijakan tersebut ke lebih banyak wilayah pada tahun 2027.

Artinya, mulai akhir September mendatang, aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi berpotensi tidak dapat dipasang secara normal pada perangkat Android bersertifikasi di negara-negara tersebut.

Kendati memperketat aturan distribusi aplikasi, Google menegaskan bahwa sideloading tidak akan dihapus dari Android.

Kepala Android Google, Sameer Samat, sebelumnya menyatakan bahwa kemampuan memasang aplikasi dari luar Play Store tetap menjadi bagian penting dari identitas Android.