Departemen Pariwisata Bhutan meluncurkan lima pengalaman wisata pemulihan diri yang mengombinasikan kekayaan alam, tradisi, dan spiritualitas.

Program ini ditujukan bagi wisatawan yang ingin memulihkan kesehatan fisik maupun mental di Kerajaan Himalaya tersebut.

in1

>>> KPK Sita Dokumen dari Penggeledahan Kantor Imigrasi Denpasar Bali

Direktur Departemen Pariwisata Bhutan Damcho Rinzin mengatakan Bhutan menawarkan kesempatan unik bagi wisatawan untuk terhubung kembali dengan diri sendiri.

"Bhutan adalah tempat perlindungan bagi mereka yang mencari pelarian dari tekanan hidup dan menemukan ketenangan spiritual," ujar Rinzin dalam keterangannya, Sabtu.

Lima Pengalaman Wisata Pemulihan

Pengalaman pertama adalah yoga dan meditasi di tengah lanskap pegunungan Himalaya.

Wisatawan dapat mengikuti sesi yoga di alam terbuka maupun di kuil tradisional, serta meditasi yang tersedia di sejumlah hotel, termasuk Zhiwa Ling Heritage di Paro.

Pilihan kedua adalah mengunjungi biara-biara bersejarah seperti Punakha Dzong yang dikenal sebagai "Palace of Happiness" dan Biara Gangtey di Lembah Gangtey.

>>> Kawasan Losari-CPI Disterilkan Sambut Delegasi IGS 2026

Tempat-tempat ini menawarkan suasana tenang untuk meditasi dan refleksi diri.

Ketiga, Bhutan menghadirkan pengalaman penyembuhan melalui pemandian batu panas tradisional atau menchu.

Terapi ini menggunakan batu sungai yang dipanaskan hingga membara untuk melepaskan mineral ke dalam air, dipadukan dengan daun wormwood sebagai bagian dari pengobatan tradisional Bhutan.

Keempat, bagi pencinta alam, Bhutan menawarkan jalur trekking di kawasan Himalaya, termasuk Trans Bhutan Trail sepanjang 403 kilometer dan Snowman Trek yang dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling menantang di dunia.

Kelima, wisatawan dapat mengenal pengobatan tradisional Bhutan atau so wai rigpa melalui konsultasi dengan dokter tradisional di Thimphu maupun program wellness di resor seperti Bhutan Spirit Sanctuary.

>>> Jerman Turunkan Skuad Terbaik Lawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026

Departemen Pariwisata Bhutan menekankan pendekatan high-value, low-volume tourism untuk menjaga kelestarian budaya, lingkungan, dan identitas Bhutan sekaligus memberikan pengalaman berkualitas bagi wisatawan.