World Boxing Association (WBA) memutuskan tidak mengesahkan laga perebutan gelar juara dunia kelas minimum antara Oscar Collazo dan Neider Valdez.

Pertarungan itu dijadwalkan berlangsung di Frontwave Arena, California, Amerika Serikat, pada Minggu (20/6) WIB.

in1

>>> PT Bumibaru Indonesia Jaya Buka Kolaborasi Pulihkan Lahan Terdegradasi

Keputusan WBA diumumkan melalui laman resminya, Sabtu. Alasan utama adalah Valdez tidak masuk dalam peringkat resmi organisasi.

Penantang awal, Joey Canoy dari Filipina, batal tampil karena kendala visa. Promotor kemudian menunjuk Valdez sebagai lawan pengganti dengan waktu yang sangat terbatas.

Menurut regulasi WBA, petinju harus memenuhi persyaratan tertentu untuk memperebutkan gelar dunia, termasuk berada dalam daftar peringkat resmi.

Karena Valdez tidak memenuhi syarat, status gelar Collazo tidak dipertaruhkan.

Collazo, petinju Puerto Rico berusia 28 tahun, memiliki rekor profesional impresif: 12 kemenangan, sembilan di antaranya melalui KO.

Ia belum pernah kalah.

Collazo dikenal sebagai salah satu petinju terbaik di kelas minimum setelah menyatukan gelar WBA dan WBO.

>>> BYD Indonesia Klarifikasi Isi Kontainer di Tanjung Priok Bukan Mobil Utuh

Sejak merebut sabuk juara dunia pada 2023, ia beberapa kali sukses mempertahankan gelar.

Sementara itu, Neider Valdez asal Meksiko memiliki rekor 15 kemenangan (11 KO) dan dua kekalahan.

Ia belum pernah bertarung di level kejuaraan dunia, tetapi dikenal agresif dengan daya pukul berbahaya.

Meskipun hanya sebagai lawan pengganti, Valdez mendapat kesempatan besar menguji kemampuannya melawan juara dunia terbaik di kelas ringan bawah.

Apapun hasil pertarungan nanti, gelar juara dunia WBA milik Collazo tidak akan berpindah tangan karena tidak dipertaruhkan secara resmi.

WBA menyatakan kesediaan meninjau proposal alternatif yang sesuai aturan.

>>> Guru SD Diduga Lecehkan SPG Swalayan di Solo, Disdikbud Sukoharjo Beri Teguran

Organisasi menegaskan semua keputusan terkait status gelar akan mengacu pada regulasi yang berlaku untuk menjaga integritas sistem peringkat dan kejuaraan.