PT BYD Motor Indonesia memberikan klarifikasi terkait penumpukan kontainer miliknya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perusahaan memastikan bahwa kontainer tersebut tidak berisi unit mobil utuh.

Klarifikasi ini disampaikan setelah muncul pemberitaan mengenai tertahannya ribuan logistik impor di pelabuhan tersebut. Pihak internal BYD langsung melakukan pengecekan data di lapangan.

in1

>>> Guru SD Diduga Lecehkan SPG Swalayan di Solo, Disdikbud Sukoharjo Beri Teguran

Luther Panjaitan, Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menjelaskan bahwa jumlah kontainer milik BYD hanya sebagian kecil dari total volume yang menjadi perhatian.

"Dan setelah kami cek angkanya secara komprehensif, jumlah kontainer milik BYD adalah merupakan sebagian kecil dari total volume kontainer yang menjadi perhatian di pemberitaan," ujarnya.

Manajemen meluruskan bahwa muatan di dalam peti kemas tersebut merupakan materi produksi, bukan kendaraan matang yang siap didistribusikan.

"Kontainer tersebut bukan berisikan mobil, melainkan komponen untuk proses perakitan dan spare parts," jelas Luther.

Penyebab Keterlambatan dan Langkah Antisipasi

Hambatan operasional dan kendala logistik eksternal disebut menjadi pemicu utama keterlambatan ini. Tingginya volume pengiriman mingguan serta penyesuaian tarif angkutan pascakenaikan BBM turut memengaruhi.

Perusahaan membantah sengaja menunda pengeluaran barang karena beban denda harian.

"Kami ingin sampaikan bahwa tidak ada upaya kesengajaan untuk memperlambat proses, mengingat biaya penyimpanan dan tambahan penalti harian di Pelabuhan justru lebih besar dibandingkan biaya logistik dan penyimpanan baik milik sendiri atau temporary," kata Luther.

Untuk mengatasi antrean, BYD telah menambah armada truk pengangkut dan menyediakan lokasi penampungan sementara di sekitar pelabuhan sejak awal Juni.

>>> PLNUngkap Dua PLTU Besar di Pulau Jawa Alami Gangguan Teknis