Industri nasional semakin menggenjot pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi bisnis. Langkah ini bertujuan memastikan perusahaan mampu beradaptasi, berinovasi, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Direktur Human Capital PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), Hadi Setiadi, mengatakan kualitas SDM menjadi faktor penentu daya saing perusahaan.

in1

>>> Kuasa Hukum Sebut Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Pengalihan Isu di Tengah Demo Mahasiswa

Hal ini disampaikan di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.

"Perseroan memandang human capital bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan enabler untuk pertumbuhan kinerja perusahaan," ujar Hadi, Sabtu (20/6/2026).

Transformasi Digital Pengelolaan SDM

Transformasi pengelolaan SDM di SMGR diperkuat melalui pengembangan Strategic Human Capital Information System (HCIS) Framework dan People Analytics.

Sistem ini mengintegrasikan strategi human capital dengan pengambilan keputusan berbasis data.

Sistem tersebut didukung platform People Analytics dan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal ini memungkinkan proses pengambilan keputusan berlangsung lebih cepat, akurat, dan relevan dengan kebutuhan bisnis.

SMGR juga memiliki platform digital Elevate yang dimulai pada awal tahun 2026.

Platform yang dikembangkan secara internal ini dirancang untuk mengelola siklus kinerja dan pengembangan karyawan dari hulu ke hilir.

>>> KSP Dudung Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Meski Ada Masalah di BGN

Digitalisasi pengelolaan SDM juga diperkuat melalui sebuah dashboard. Dashboard ini memungkinkan perusahaan memantau, menganalisis, mengidentifikasi, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan biaya.

Pengembangan Talenta dan Budaya Inovasi

Pada aspek pengembangan talenta, perusahaan menerapkan pendekatan yang memastikan setiap program pembelajaran dan pengembangan mendukung penguasaan kompetensi kritikal yang dibutuhkan bisnis.

Selain fokus pada pengembangan kompetensi, perusahaan terus memperkuat budaya inovasi. Upaya tersebut berhasil meningkatkan jumlah inovasi sebesar 23 persen menjadi 1.243 inovasi pada tahun 2025.

Partisipasi karyawan dalam inovasi mencapai 9.376 orang, meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami meyakini lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman merupakan fondasi bagi produktivitas dan kinerja berkelanjutan," tutur Hadi.

Dalam ajang Indonesia HR Excellence 2026, SMGR meraih tiga penghargaan sekaligus dengan predikat Excellent.

Penghargaan tersebut untuk kategori Learning & Development (L&D), HR Digitalization & People Analytics, serta Wellbeing Management.

>>> Siswi SD Nias Utara Tulis Surat Apresiasi untuk Presiden

Indonesia HR Excellence memberikan apresiasi atas kinerja pengelolaan SDM pada perusahaan lintas industri. Penilaian dilakukan oleh para profesional dan akademisi terkemuka melalui berbagai parameter.