Jawa Tengah Dinilai Berpeluang Besar Jadi Wilayah Paling Kompetitif Tarik Investasi
Jawa Tengah dinilai berpeluang besar menjadi wilayah paling kompetitif dalam menarik investasi baru. Sejumlah indikator menunjukkan daya saing terus menguat.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di beberapa daerah industri serta tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional menjadi modal utama.
>>> Amar Bank Perkuat Ekosistem Digital untuk Genjot Dana Murah
Percepatan pembangunan infrastruktur logistik, penguatan pelabuhan, pengembangan dry port di Batang dan Kendal, serta integrasi kawasan industri dengan rantai pasok global menjadi agenda prioritas.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam menyatakan hal ini diperlukan agar Jawa Tengah mampu menjadi pusat investasi dan logistik berskala internasional.
APINDO menegaskan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan daerah tersebut sebagai hub investasi, manufaktur, logistik, dan rantai pasok berkelas dunia.
"Jawa Tengah memiliki modal strategis yang kuat, mulai dari posisi geografis di jantung Pulau Jawa, tenaga kerja kompetitif dan melimpah, kawasan industri berkembang, iklim investasi kondusif, hingga infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik," kata Bob Azam dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Di tengah gelombang relokasi industri global akibat strategi China+1 dan meningkatnya biaya produksi di negara tujuan investasi, Jawa Tengah dinilai berada pada posisi strategis untuk menangkap arus investasi baru.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan APINDO dan menegaskan komitmennya menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan kekuatan industri Jawa Barat dan Jawa Timur.
>>> BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia
"Jawa Tengah memiliki keunggulan berupa kondisi sosial yang aman dan kondusif, biaya tenaga kerja kompetitif, dukungan SMK, vokasi, dan BLK yang terhubung dengan kebutuhan industri, serta komitmen pemerintah daerah mengawal regulasi, infrastruktur, dan kemudahan berusaha," sebut Luthfi.
Update Terbaru
KKP Dorong Investasi Swasta untuk Perkuat Ekonomi Biru
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Komnas Perempuan Desak Hentikan Militerisasi di Papua yang Perparah Kekerasan
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Pakar ITB: B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Kurangi Impor Solar
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
WhatsApp Bantah Gunakan Warna Kontak sebagai Penanda Blokir
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Federasi Sepak Bola Iran Gugat Aturan Perjalanan AS ke FIFA
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
BukuWarung Salurkan Pembiayaan Produktif bagi Ribuan Merchant UMKM
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Jalur Sepeda di Palangka Raya Diapresiasi Pesepeda
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Fayzullaev, Pencetak Gol Bersejarah Uzbekistan yang Tolak Julukan Messi Baru
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Daur Ulang Bukan Jawaban: Temuan Ini Bisa Mengubah Segalanya
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Allo Bank Festival 2026 Digelar Besok, Persiapkan Hal Ini
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Menpora: Prabowo Dorong Pembentukan Akademi Olahraga dari SD hingga SMA
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Business Development Officer untuk Fresh Graduate
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pemerintah Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Dirut BPJS TK: Program Perisai Makassar Layak Jadi Percontohan Nasional
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB






