Pengguna iPhone model lama kembali dihadapkan pada risiko keamanan yang tidak bisa diatasi hanya dengan pembaruan perangkat lunak.

Celah ini dikenal sebagai eksploitasi checkm8 yang menyerang bootrom, yaitu kode pertama yang berjalan saat perangkat dinyalakan.

in1

>>> UI Pertahankan Posisi di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027

Karena letaknya di tingkat hardware yang tertanam langsung di dalam chip, Apple tidak dapat menutup celah tersebut melalui pembaruan iOS biasa.

Perangkat yang Terdampak

Eksploitasi checkm8 memengaruhi perangkat Apple dengan chip seri A5 hingga A11, termasuk iPhone 4S hingga iPhone X yang diproduksi antara 2011 dan 2017.

Selain iPhone, beberapa model iPad dan iPod touch dengan arsitektur serupa juga rentan terhadap kerentanan ini.

Sifat permanen bootrom membuat komponen silikon tidak bisa dimodifikasi setelah produksi. Satu-satunya cara menghilangkan risiko adalah merancang ulang chip pada generasi berikutnya.

Perangkat dengan chip generasi lebih baru dipastikan aman karena Apple telah memperbarui desain hardware setelah eksploitasi ini ditemukan.

>>> Oppo Konfirmasi Peluncuran Global Reno16 Series Setelah Debut di Tiongkok

Mitigasi Risiko dan Imbauan Apple

Meski celah ini permanen, checkm8 tidak bisa dieksploitasi dari jarak jauh secara langsung. Serangan membutuhkan akses fisik ke perangkat dan proses teknis yang rumit.

Apple tetap mendorong pengguna untuk memasang pembaruan software terbaru guna menutup celah keamanan lain yang terus berkembang.

Pada tahun 2026, Apple merilis pembaruan keamanan tambahan bagi perangkat lawas yang tidak mendukung iOS terbaru, khususnya untuk menangkal ancaman berbasis web.

Pengguna juga diimbau waspada saat membuka tautan atau situs web tidak dikenal, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor.

>>> Kementerian Perdagangan Resmi Masukkan Content Creator ke KBLI 2025

Menghindari instalasi aplikasi dari luar toko resmi dan tidak menghubungkan perangkat ke komputer asing juga menjadi langkah proteksi tambahan.