Apple Peringatkan Harga iPhone Mendatang Berpotensi Makin Mahal
Apple memperingatkan bahwa harga iPhone generasi mendatang berpotensi semakin mahal. Lonjakan permintaan yang memicu krisis memori atau RAM menjadi penyebab utama proyeksi kenaikan biaya tersebut.
Perhatian industri kini tertuju pada proyek perangkat lipat teranyar, iPhone Fold. Ponsel pintar foldable tersebut dirumorkan siap diperkenalkan pada akhir tahun ini.
>>> PDPOTJI Imbau Masyarakat Periksa Izin Edar BPOM Sebelum Beli Produk Herbal
Gawai berdesain lipat ini kabarnya mengusung mekanisme buka-tutup serupa buku dengan tampilan layar setara tablet. Kehadirannya di tengah melambungnya nilai jual RAM diprediksi menjadikannya salah satu ponsel termahal.
Estimasi harga iPhone Fold diperkirakan mencapai USD 2.000 hingga USD 2.600.
Nominal tersebut setara dengan Rp 35-50 jutaan untuk varian kapasitas tertinggi, belum termasuk pajak masuk ke Indonesia.
Penyebab Krisis Memori
Melonjaknya kebutuhan memori dipicu oleh pertumbuhan masif teknologi kecerdasan buatan (AI) serta kebutuhan server besar yang memproses data.
Produsen memori global dilaporkan telah mengalihkan fokus kapasitas produksi untuk memenuhi pasar AI.
Langkah peralihan manufaktur tersebut berdampak signifikan terhadap pasokan komponen untuk gawai konsumen. Sektor laptop, tablet, hingga ponsel ikut terdampak sejak beberapa tahun terakhir.
>>> PWNU Jateng dan DIY Tolak Pembatasan Anggota Ahwa Menjelang Muktamar ke-35
Kondisi pasar kian diperparah oleh konflik bersenjata di Iran.
Ketegangan geopolitik itu mengganggu distribusi gas helium yang menjadi elemen krusial dalam rantai manufaktur semikonduktor, sehingga memicu pembengkakan biaya produksi.
CEO Apple terdahulu, Tim Cook, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa perusahaan berusaha mengurangi kenaikan harga yang dibebankan kepada mereka.
Namun, situasi telah menjadi tidak berkelanjutan.
Tim Cook menjelaskan bahwa penyusutan pasokan komponen terjadi tepat saat minat konsumen terhadap perangkat baru sedang tinggi.
Momentum ini dimanfaatkan perakit RAM untuk menaikkan harga jual produk secara masif.
>>> Menelusuri Sejarah April Mop dari Berbagai Teori Dunia
"Kami benar-benar membutuhkan harga dan pasokan memori untuk kembali ke tingkat yang wajar bagi produk konsumen. Itulah intinya," kata Tim Cook.
Update Terbaru
Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Hyundai Kona Generasi Ketiga Hadir dengan Desain Kotak pada 2028
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Lenovo ThinkPad Siap Hadapi Kondisi Ekstrem Berkat Standar Militer dan AI
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis Speed Racer, Bioskop Trans TV 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy M47 di India, Tampilkan Teaser Perdana
Jumat / 19-06-2026, 18:05 WIB
Ragi Kuno Ötzi Berhasil Dihidupkan dan Digunakan untuk Membuat Roti
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB
Bittime: Revisi UU PPSK Perkuat Ekosistem Industri Kripto RI
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB






