Setiap tanggal 1 April, masyarakat global merayakan April Mop atau April Fools' Day dengan berbagai lelucon, prank, hingga berita bohong yang menghibur.

Pelaku biasanya meneriakkan "April Mop!" setelah berhasil menjebak targetnya sebagai tanda bahwa itu hanya candaan.

in1

>>> Muhammad Kiandra Ramadhipa Ungkap Tantangan Berat di Moto3 Junior World Championship

Meski populer, asal-usul tradisi ini tidak memiliki catatan sejarah tunggal. Beberapa teori mencoba menjelaskan kemunculannya.

Teori Perubahan Kalender di Prancis

Salah satu teori paling terkenal berkaitan dengan perubahan sistem penanggalan di Prancis pada abad ke-16.

Raja Charles IX menerapkan Kalender Gregorian pada tahun 1582, memindahkan awal tahun dari akhir Maret/1 April menjadi 1 Januari.

Masyarakat yang terlambat mengetahui perubahan ini dan tetap merayakan tahun baru di awal April menjadi sasaran ejekan dan disebut "bodoh".

>>> Pemprov Jabar Dukung Penuh Nobar Piala Dunia 2026

Teori Lain: Festival Hilaria dan Musim Semi

Teori lain mengaitkan April Mop dengan festival Hilaria di Romawi Kuno, di mana masyarakat berdandan dan saling menertawakan untuk melepas keseriusan.

Ada pula pendapat bahwa tradisi ini berhubungan dengan datangnya musim semi di Eropa, saat cuaca yang berubah-ubah dianggap memiliki sifat "menipu".

Penyebaran ke Inggris dan Skotlandia

Tradisi ini meluas ke Inggris dan Skotlandia pada abad ke-18. Di Skotlandia, perayaan berlangsung dua hari dengan fokus pada lelucon fisik.

>>> OJK Targetkan Investor Aktif Asing Kembali Usai Rebalancing MSCI

Kini, April Mop telah menjadi fenomena global. Media dan perusahaan besar kerap membuat pengumuman palsu kreatif untuk merayakannya.