Pebalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, terus menunjukkan peningkatan performa di kancah balap internasional Eropa.

Setelah musim lalu berlaga di European Talent Cup (ETC), tahun ini ia naik kelas ke ajang Moto3 Junior World Championship.

in1

>>> Pemprov Jabar Dukung Penuh Nobar Piala Dunia 2026

Ramadhipa berhasil mengumpulkan tiga kali podium dan dua kemenangan, di Magny-Course dan Catalan. Ia duduk di posisi kelima klasemen dengan 129 poin.

Perubahan Motor dan Adaptasi

Salah satu perbedaan paling signifikan adalah perubahan motor tunggangan.

Musim lalu di ETC ia memacu Honda NSF-R, sedangkan tahun ini di Moto3 Junior ia menggunakan Honda NSF-RW.

"Perbedaan motornya lumayan jauh karena yang NSF-R itu cukup, maksudnya tidak sekencang yang NSF-RW," kata Ramadhipa saat wawancara daring, Senin (15/6/2026).

Tidak hanya kecepatan puncak, geometri dan mesin motor prototype Moto3 tersebut juga menuntut penyesuaian gaya berkendara baru.

"Karena juga dari segi geometri sudah berbeda dan juga dari mesinnya juga sangat berbeda.

Jadi saya juga perlu adaptasi yang cukup agar bisa perform bagus," jelas pebalap berusia 16 tahun ini.

Meski demikian, ia merasa proses adaptasinya berjalan cepat karena menyukai karakter motor NSF-RW.

>>> OJK Targetkan Investor Aktif Asing Kembali Usai Rebalancing MSCI

Persiapan Lebih Awal dan Matang

Selain faktor teknis, Ramadhipa merasa dirinya jauh lebih siap secara fisik dan mental menghadapi musim ini. Ia bersama tim memutuskan memulai persiapan pramusim lebih cepat dibanding tahun lalu.

"Saya berlatih lebih keras dari sebelumnya tentunya karena saya tahu musim ini pasti tidak mungkin lebih mudah dari musim kemarin," ungkapnya.

Keputusan memajukan jadwal winter camp membuat persiapannya lebih matang. Ia juga mendapat dukungan penuh fasilitas latihan dari PT Astra Honda Motor (AHM) selama di Spanyol.