Serangan Siber Megalodon Susupi 5.500 Repositori GitHub
Komunitas pengembang software global menghadapi ancaman baru setelah terungkapnya kampanye serangan siber berskala besar bernama Megalodon.
Serangan ini dilaporkan berhasil menyusupi lebih dari 5.500 repositori GitHub melalui commit berbahaya.
>>> Brasil Hancurkan Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026
Aktivitas ilegal tersebut dirancang untuk mencuri kredensial, token akses, serta berbagai rahasia pengembangan software.
Para peneliti keamanan siber menemukan bahwa Megalodon memanfaatkan workflow GitHub Actions yang disisipkan ke dalam repositori target melalui commit otomatis yang tampak sah.
Dalam kurun waktu sekitar enam jam, pelaku berhasil mendorong lebih dari 5.700 commit berbahaya ke ribuan repositori publik.
Skala serangan tersebut menjadikannya salah satu insiden supply chain attack terbesar yang pernah tercatat di ekosistem GitHub dalam beberapa tahun terakhir.
Peneliti keamanan menemukan bahwa pelaku menggunakan identitas palsu yang menyerupai akun bot otomatis, seperti build-bot dan auto-ci.
Nama-nama tersebut lazim digunakan dalam proses pengembangan software guna menghindari kecurigaan pemilik repositori.
Apabila commit tersebut diterima atau digabungkan ke dalam proyek, workflow GitHub Actions yang telah dimodifikasi akan dijalankan secara otomatis.
Pada tahap inilah malware mulai mengumpulkan berbagai informasi sensitif dari lingkungan CI/CD milik korban.
Data yang menjadi sasaran mencakup token akses cloud, kredensial AWS, Google Cloud, Azure, kunci SSH, token OIDC, konfigurasi Kubernetes, kredensial Terraform, hingga berbagai rahasia dalam pipeline pengembangan.
Dampak dan Risiko Rantai Pasok
Para analis memperingatkan bahwa dampak Megalodon tidak hanya terbatas pada repositori yang terinfeksi secara langsung.
>>> Celah Keamanan Permanen di iPhone Lawas Tak Bisa Ditambal Lewat Update iOS
Jika kode yang telah disusupi digunakan dalam proyek lain atau diterbitkan ke ekosistem seperti npm, ancaman dapat menyebar lebih luas ke pengguna akhir.
Update Terbaru
Evan Marvino dan Uffri Datun Nitami Sepakat Rujuk, Bantah Tuduhan KDRT Berat Hingga Perselingkuhan
Sabtu / 20-06-2026, 12:03 WIB
AS Kunci Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Setelah Taklukkan Australia
Sabtu / 20-06-2026, 12:02 WIB
Italia Batalkan Forum Bisnis Miami Usai Trump Komentar Soal Meloni
Sabtu / 20-06-2026, 12:00 WIB
Survei LPI: Figur Kaesang Perkuat Citra PSI sebagai Partai Anak Muda
Sabtu / 20-06-2026, 12:00 WIB
Bold Riders Umumkan Tiga Pemenang Kuis Tebak Rider MotoGP
Sabtu / 20-06-2026, 12:00 WIB
Hasil Babak Pertama Skotlandia Vs Maroko 0-1, Saibari Cetak Gol Kilat
Sabtu / 20-06-2026, 11:56 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 21 - 28 Juni 2026
Sabtu / 20-06-2026, 11:56 WIB
Girls Day Out Gelar World Ocean Day Surf Wellness Retreat di Batukaras
Sabtu / 20-06-2026, 11:55 WIB
Anne Hathaway Umumkan Kehamilan Anak Ketiga di Usia 43 Tahun Lewat Video Singkat di Instagram
Sabtu / 20-06-2026, 11:53 WIB
AS: Israel dan Hizbullah Sepakat Gencatan Senjata Mulai Jumat
Sabtu / 20-06-2026, 11:52 WIB
Victor Munoz Cedera Betis Usai Resmi Gabung Liverpool
Sabtu / 20-06-2026, 11:52 WIB
PLN UP3 Parepare Libatkan UMKM Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Sabtu / 20-06-2026, 11:50 WIB
Tabrakan Kereta di Inggris Tewaskan Masinis, 80 Orang Luka
Sabtu / 20-06-2026, 11:45 WIB






