PT Hutama Karya (Persero) berhasil mempertahankan posisinya di daftar Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026. Perusahaan konstruksi pelat merah itu menempati peringkat ke-206.

Pencapaian ini menjadikan Hutama Karya sebagai satu-satunya BUMN infrastruktur yang konsisten masuk dalam pemeringkatan tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

in1

>>> Wasit Kartu Merah Miguel Almiron usai Tutup Mulut Saat Bersitegang di Piala Dunia 2026

Dalam skala nasional, perusahaan berada di peringkat ke-16 di antara seluruh BUMN dan ke-40 dari seluruh perusahaan Indonesia lintas industri.

Fortune bekerja sama dengan Danantara Indonesia menyerahkan sertifikat penghargaan secara langsung dalam forum eksklusif yang dihadiri 40–50 CEO dan CXO perusahaan unggulan Indonesia.

Penghargaan diserahkan oleh Asia CEO Fortune, Khoon Fong Ang, bersama Managing Director Global Relations & Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief.

Hutama Karya juga mencatatkan performa tinggi pada metrik kualitas. Perusahaan menduduki peringkat ke-167 berdasarkan laba dan peringkat ke-114 berdasarkan total aset di Asia Tenggara.

Sepanjang tahun fiskal 2025, perusahaan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 25,13 triliun (US$1.527,3 juta).

Laba bersih tumbuh 15,9 persen menjadi Rp 3,08 triliun (US$200 juta) dengan total aset mencapai Rp 189,09 triliun (US$11.343,6 juta).

Pertumbuhan laba tersebut berjalan seiring penajaman fokus usaha dan efisiensi operasional yang menguatkan margin laba bersih ke kisaran 12 persen.

“Yang membanggakan bagi kami bukan sekadar masuk daftar, melainkan kualitas pencapaiannya.

>>> Kementerian ESDM Targetkan 160.000 Sambungan Jargas CNG pada 2026

Di tengah normalisasi pendapatan, laba kami justru tumbuh dan peringkat kami berdasarkan laba maupun aset berada lebih tinggi — bukti bahwa pertumbuhan Hutama Karya berkualitas dan ditopang neraca yang kuat,” ujar Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto.