Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin (22/6/2026).

Proyeksi ini muncul setelah investor asing mencatatkan aksi jual bersih yang signifikan di pasar reguler pada akhir pekan lalu.

in1

>>> Jadwal MPL ID S17 Pekan 9 Hari 2: Perebutan Tiket Playoff

Pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026), IHSG berhasil menguat tipis 0,08 persen atau 4,799 poin ke level 6.177,139.

Saat itu, sebanyak 332 saham naik, 342 saham turun, dan 141 saham stagnan.

Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas Kevin Juido Hutabarat mengatakan, saat indeks menguat tipis, investor asing justru membukukan net sell Rp3,14 triliun di pasar reguler.

"Melihat hal tersebut, kami memprediksikan IHSG di hari ini sideways cenderung melemah," kata Kevin dalam risetnya, Senin (22/6/2026).

>>> Liga TopSkor Greater Jakarta 2026 Sukses Jaring Ribuan Pemain Muda

Analis memperkirakan level support IHSG berada pada rentang 6.117 dan 6.080, sementara resistance di kisaran 6.209 dan 6.245.

Menghadapi proyeksi tersebut, BNI Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy untuk sejumlah saham.

Saham yang direkomendasikan antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di area beli Rp2.000–2.060, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di Rp2.180–2.200, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pada Rp360–366.

>>> PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Pulau Jawa Pascapemadaman Bergilir

Selain itu, PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) di area Rp1.700–1.720, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) pada Rp840–860, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) pada rentang Rp1.330–1.350.