Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (19/6/2026) dengan penguatan tipis. Indeks ditutup naik 0,08% ke posisi 6.177,14.

Kenaikan IHSG ditopang oleh saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

in1

>>> Valentino Rossi Tanggapi Sanksi Larangan Balapan Marco Bezzecchi di MotoGP Ceko

Di sisi lain, saham berkapitalisasi besar yang mengalami pelemahan antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih. Nilai jual bersih mencapai Rp3,14 triliun di pasar reguler dan Rp3,19 triliun di seluruh pasar.

Kinerja Sektor dan Sentimen Global

Secara sektoral, lima sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 1,61%, sementara sektor properti merosot paling dalam sebesar 1,86%.

Pasar saham Amerika Serikat tidak beroperasi pada Jumat lalu karena libur Juneteenth National Independence Day.

Perhatian pelaku pasar pekan ini tertuju pada data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan revisi final pertumbuhan PDB AS.

Kedua data tersebut akan memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.

Investor juga mencermati pengumuman klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. Indeks offshore MSCI Indonesia tercatat turun 0,77%, sedangkan ETF Indonesia (EIDO) bergerak datar.

IPO PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)

PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) memulai masa penawaran awal atau book building pada 22-24 Juni 2026.

Emiten distribusi alat laboratorium, farmasi, dan kesehatan ini mengincar dana segar hingga Rp269,27 miliar.

Harga penawaran saham EMMI berada pada kisaran Rp446 hingga Rp515 per saham. Perusahaan dijadwalkan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026.