PT Nitrasanata Dharma, pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum saham perdana (IPO).

Perusahaan akan melepas maksimal 487,98 juta saham baru pada Senin, 22 Juni. Jumlah itu setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

in1

>>> Apple Siapkan iPhone Ultra Lipat Pertama, Debut 2026?

Calon emiten berkode saham JECX ini juga menawarkan saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K) sebanyak 162,88 juta lembar atau 2 persen dari modal disetor.

Dengan harga penawaran Rp1.200 hingga Rp1.400 per saham, JECX berpotensi mengantongi total dana segar mencapai Rp683,17 miliar.

Dana tersebut terdiri dari hasil penawaran saham baru senilai Rp455,45 miliar dan penjualan saham divestasi yang ditargetkan meraup Rp227,72 miliar.

Alokasi Dana IPO

Manajemen JECX juga mengadakan program alokasi saham karyawan (ESA) sebesar 2,29 persen dari total saham IPO atau setara 11,16 juta lembar.

>>> Jadwal dan Aturan Ganjil Genap Jakarta Senin 22 Juni 2026

Dana bersih dari saham baru setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memangkas pokok pinjaman awal kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp49 miliar.

Selanjutnya, Rp100 miliar dialokasikan untuk percepatan pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank HSBC Indonesia.

Sebanyak Rp185 miliar disalurkan bagi anak usaha, dengan rincian Rp50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali, Rp100 miliar pinjaman ke PT Orbita, dan Rp35 miliar pinjaman bagi PT JEC Candi Sejahtera.

>>> Setia 14 Tahun, Mufti Petala Patria Rawat Daihatsu Terios 2012

Sisa dana IPO akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja operasional harian yang dicairkan secara bertahap hingga 31 Desember 2027.