Pasar saham Amerika Serikat di Wall Street membalikkan arah dan menguat tajam pada perdagangan Kamis malam (18/6/2026).

Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya sempat tertekan oleh sinyal pengetatan moneter dari Bank Sentral AS.

in1

>>> Honda Luncurkan Hatchback Listrik Super-N, Mobil Kei Car Termurah di Eropa

Indeks Nasdaq Composite memimpin reli dengan lonjakan 1,91 persen, diikuti S&P 500 yang naik 1,08 persen, dan Dow Jones Industrial Average yang naik tipis 0,14 persen.

Gairah pasar dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai rencana Intel menjalin kemitraan besar dengan Apple.

Kemitraan ini bertujuan untuk mendesain dan mengembangkan cip generasi terbaru di dalam negeri AS.

Kabar strategis tersebut mendorong harga saham Intel melonjak 10,6 persen.

Sentimen positif juga mendongkrak saham Nvidia sekitar 3 persen, Micron Technology hampir 9 persen, dan iShares Semiconductor ETF di atas 6 persen.

>>> IHSG Diprediksi Konsolidatif Tertekan Sentimen Global

Kecemasan investor setelah rapat kebijakan The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini pun berhasil meredam.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hanya ditutup menguat tipis 0,078 persen ke level 6.177 pada perdagangan akhir pekan lalu.

Pergerakan indeks domestik masih dibayangi tekanan jual investor asing dengan net sell mencapai Rp3,14 triliun di pasar reguler.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa justru melemah pada Jumat akibat penguatan dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Selat Hormuz dibuka kembali.

Indeks KOSPI Korea Selatan turun tipis 0,13 persen, KOSDAQ merosot 3,43 persen, dan ASX 200 Australia terpangkas 0,93 persen.

>>> Pria di China Gugat Cerai Istri Setelah Tiga Hari Menikah Kilat

Aktivitas perdagangan di China, Hong Kong, dan Taiwan sepi akibat libur nasional.