Tentara Revolusi Amerika Teridentifikasi Setelah 246 Tahun
Peneliti di South Carolina berhasil mengidentifikasi sisa kerangka seorang prajurit Revolusi Amerika yang tewas hampir 250 tahun lalu.
Prajurit tersebut adalah John Pumphrey, anggota Kontinental Army yang gugur dalam Pertempuran Camden pada 16 Agustus 1780.
>>> Angkatan Udara AS Pindahkan Skuadron Drone Pengintai ke Jepang
Pengumuman identifikasi ini disampaikan pada Kamis (22/8) oleh para peneliti dari South Carolina Institute of Archaeology and Anthropology.
Pumphrey berasal dari keluarga terpandang di Anne Arundel County, Maryland. Ia bergabung dengan Tentara Kontinental pada usia sekitar 14 tahun pada 1777.
Selama hampir empat tahun bertugas, ia dipercaya ikut serta dalam sejumlah kampanye, termasuk Pertempuran Brandywine, Germantown, dan Monmouth.
Jenazah Pumphrey ditemukan pada 2022 oleh peneliti yang menemukan tulang-tulang yang terbuka di dekat medan perang Camden.
Museum Historic Camden kemudian meneliti situs tersebut dan menghubungi FHD Forensics untuk mengidentifikasi 14 jenazah yang ditemukan.
Dari jumlah itu, 13 di antaranya adalah tentara Amerika dan satu lainnya tentara Inggris.
>>> VA Hentikan Program Berbasis Identitas Gender, Koordinator Perawatan LGBTQ+ Dialihkan
Fragmen tengkorak yang ternyata milik Pumphrey mengandung sampel DNA yang kuat. Data itu digabungkan dengan database genealogi untuk mengidentifikasinya.
Presiden FHD Forensics Allison Peacock mengatakan penelitian untuk melacak hingga era kolonial sangat rumit.
Pumphrey tidak memiliki keturunan langsung, sehingga peneliti menelusuri garis keturunan saudara-saudaranya.
Ia tercatat kembali mendaftar pada 28 Februari 1779 untuk masa perang dengan bayaran $100.
Resimennya, bagian dari Maryland Line, bertempur di beberapa pertempuran sebelum bergerak ke selatan menuju Camden.
Pertempuran Camden merupakan kekalahan besar bagi pasukan revolusioner. Ratusan tewas dan lebih banyak lagi ditawan, termasuk Pumphrey.
>>> Angkatan Darat AS Bentuk Komando Baru untuk Ciptakan 'Pasukan Penutup' di Pasifik
Setelah ditemukan pada 2022, jenazah para prajurit dimakamkan secara resmi setahun kemudian dengan upacara yang melibatkan pasukan kehormatan Amerika dan Inggris.
Update Terbaru
19 Cerita Karyawan yang Langsung Berhenti di Hari Pertama Kerja
Senin / 22-06-2026, 12:35 WIB
10 Detail Kostum Film yang Sama Pentingnya dengan Naskah
Senin / 22-06-2026, 12:32 WIB
Lindsay Lohan Ceritakan Kehidupan Baru di Dubai Bersama Suami
Senin / 22-06-2026, 12:32 WIB
14 Orang dengan Imajinasi Unik, Hasil Karyanya Bikin Melongo
Senin / 22-06-2026, 12:32 WIB
Makanan yang Wajib dan Tidak Boleh Dicuci Sebelum Dimasak
Senin / 22-06-2026, 12:29 WIB
Insiden Mandiri Jogja Marathon 2026, Akun Instagram Korem 072/Pamungkas Diprivat Usai Viral Cekcok di Area Finis
Senin / 22-06-2026, 12:28 WIB
Amanda Manopo Pamer Body Goals Usai 2 Minggu Melahirkan
Senin / 22-06-2026, 12:27 WIB
Angel Karamoy Tampil Anggun Berkebaya Pink di Wisuda Putri
Senin / 22-06-2026, 12:27 WIB
Buronan 'Most Wanted' Angkatan Darat AS Ditangkap Setelah 30 Tahun
Senin / 22-06-2026, 12:22 WIB
Korban Kecelakaan B-52 di California Diidentifikasi
Senin / 22-06-2026, 12:22 WIB
RUU Baru Sederhanakan Status Tugas Cadangan dan Garda Nasional
Senin / 22-06-2026, 12:21 WIB
Veteran Marinir Vietnam Akhirnya Terima Medal of Honor Setelah 58 Tahun
Senin / 22-06-2026, 12:21 WIB
Tiga Prajurit AS Terima Medal of Honor atas Keberanian di Vietnam dan Afghanistan
Senin / 22-06-2026, 12:21 WIB
Ancaman Trump ke Iran Bikin Perdamaian di Swiss Goyang
Senin / 22-06-2026, 12:17 WIB






