Rencananya, sekitar Rp50 miliar dari dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman perseroan. Alokasi sebesar 11,8% akan digunakan sebagai belanja modal pembangunan pabrik di Cikupa.

Sisa dana IPO sekitar 68,7% bakal dimanfaatkan untuk pembelian barang terkait proyek serta pengadaan bahan baku dan persediaan.

in1

>>> Konten Sampah AI Banjiri TikTok hingga YouTube, 60% Video di FYP Buatan Mesin

Aksi Korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana menerbitkan maksimal 2,44 miliar saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV atau private placement.

Jumlah saham baru tersebut setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan ditetapkan paling rendah 90% dari rata-rata harga penutupan saham 25 hari bursa berturut-turut.

MDKA mengalokasikan sekitar 30% dana hasil aksi korporasi ini untuk modal kerja perusahaan beserta entitas anak.

Sisa 70% akan dipakai mendukung ekspansi usaha, belanja modal, akuisisi, hingga pembelian aset.

Hingga saat ini, manajemen MDKA belum menetapkan pihak yang akan menyerap saham baru tersebut. Jika seluruh saham terserap, porsi kepemilikan pemegang saham lama berpotensi terdilusi maksimal 9,09%.

Keputusan akhir private placement ini masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.

Pembagian Dividen PT Blue Bird Tbk (BIRD)

PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyepakati pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp166 per saham. Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp415,35 miliar.

Nilai total dividen tersebut setara dengan 65,35% dari perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun 2025.

Sepanjang tahun lalu, BIRD mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,71 triliun atau tumbuh 13,2% secara tahunan.

Laba bersih perseroan naik 8,56% menjadi Rp643,41 miliar didorong pertumbuhan EBITDA 13,36% ke posisi Rp1,30 triliun.

Kenaikan kinerja ini membuat laba per saham dasar BIRD tumbuh menjadi Rp254 dari posisi sebelumnya sebesar Rp234.

Pada perdagangan 19 Juni 2026, saham BIRD ditutup pada level Rp1.675 per saham.

>>> Umat Islam Bersiap Amalkan Puasa Tasua dan Asyura Juni 2026

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 30 Juni 2026, dengan realisasi pembayaran dividen pada 10 Juli 2026.