Konten Sampah AI Banjiri TikTok hingga YouTube, 60% Video di FYP Buatan Mesin
Konten sampah buatan kecerdasan buatan atau AI slop semakin sulit dihindari di berbagai platform media sosial. Video rekayasa berkualitas rendah mulai menggeser karya kreatif para kreator manusia.
Platform video vertikal TikTok menjadi target utama fenomena ini. Laporan terbaru dari perusahaan penyunting video Kapwing menunjukkan lonjakan drastis materi digital tersebut.
>>> Umat Islam Bersiap Amalkan Puasa Tasua dan Asyura Juni 2026
Kapwing mengungkapkan bahwa hampir 60 persen video yang disajikan kepada pengguna baru di halaman For You TikTok berupa konten buatan AI.
Angka ini tiga kali lipat lebih banyak daripada YouTube.
Situasi ini dinilai sangat mengkhawatirkan bagi pengguna berusia muda. Kategori anak-anak menjadi wilayah dengan kepadatan materi buatan kecerdasan buatan paling tinggi.
"Tagar #cartoonkids hampir seluruhnya berisi konten sampah, di mana hanya tiga dari 100 video yang kami periksa murni buatan manusia," ungkap perusahaan tersebut.
Sistem algoritma akan semakin gencar menyajikan materi serupa setelah mendeteksi ketertarikan awal pengguna terhadap konten kecerdasan buatan tersebut.
Penemuan ini memicu kekhawatiran para ahli mengenai dampak buruk materi AI yang tidak matang terhadap perkembangan otak anak.
>>> Selandia Baru Ungguli Mesir di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Teknologi deepfake fotorealistis juga mempercepat penyebaran misinformasi serta propaganda politik.
Platform milik Meta seperti Facebook dan Instagram juga menghadapi masalah serupa. Para pengguna dan akun bot kedapatan berinteraksi dengan tayangan buatan AI yang aneh serta bermuatan kekerasan.
Respons TikTok dan YouTube
Menanggapi masalah ini, TikTok mengumumkan kebijakan baru yang mengizinkan pengguna mengatur jumlah tayangan kecerdasan buatan di linimasa mereka pada November lalu.
"Kami mengetahui dari komunitas kami bahwa banyak orang menikmati konten yang dibuat AI, mulai seni digital hingga penjelasan sains, dan kami ingin memberi kebebasan kepada pengguna untuk melihat konten semacam itu lebih banyak atau lebih sedikit, berdasarkan preferensi mereka," kata Jade Nester, Direktur Kebijakan Publik untuk Keselamatan dan Privasi TikTok Eropa.
Di sisi lain, YouTube juga menerapkan langkah pelabelan baru untuk menekan peredaran materi buatan kecerdasan buatan. Namun, sistem tersebut belum mengubah regulasi terkait rekomendasi ataupun syarat monetisasi video.
Hingga saat ini, belum ada solusi praktis yang efektif untuk mengatasi penyebaran konten sampah digital tersebut.
>>> Pertamina NRE dan Kemenkop Bangun PLTS Koperasi di Pulau Sembur
Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat perbedaan antara realitas dan rekayasa semakin samar.
Update Terbaru
Angkatan Laut AS Cabut Blokade, Kapal Tetap Siaga di Selat Hormuz
Senin / 22-06-2026, 11:22 WIB
Tentara Revolusi Amerika Teridentifikasi Setelah 246 Tahun
Senin / 22-06-2026, 11:21 WIB
Angkatan Udara AS Pindahkan Skuadron Drone Pengintai ke Jepang
Senin / 22-06-2026, 11:21 WIB
VA Hentikan Program Berbasis Identitas Gender, Koordinator Perawatan LGBTQ+ Dialihkan
Senin / 22-06-2026, 11:21 WIB
Angkatan Darat AS Bentuk Komando Baru untuk Ciptakan 'Pasukan Penutup' di Pasifik
Senin / 22-06-2026, 11:21 WIB
Harga Emas Antam 22 Juni 2026 Stagnan di Level Rp 2.668.000 Per Gram
Senin / 22-06-2026, 11:15 WIB
PT Esa Medika Mandiri IPO, Target Dana Rp 269 Miliar untuk Ekspansi
Senin / 22-06-2026, 11:14 WIB
Viva Compact Powder Lilac Cocok untuk Semua Jenis Kulit, Ini Penjelasannya
Senin / 22-06-2026, 11:14 WIB
Garena Free Fire Bagikan Diamond Gratis hingga 26 Mei 2026
Senin / 22-06-2026, 11:14 WIB
Dua Pabrik Komponen Otomotif di Jatim Pindah ke Vietnam, Ribuan Karyawan Terancam PHK
Senin / 22-06-2026, 11:14 WIB
Apple Batasi Fitur watchOS 27 untuk Apple Watch Lawas, Termasuk Ultra Generasi Pertama
Senin / 22-06-2026, 11:14 WIB
Sinopsis Taken, di Bioskop Trans TV Hari ini 22 Juni 2026
Senin / 22-06-2026, 11:14 WIB
IHSG Diprediksi Sideways Cenderung Melemah, Asing Jual Bersih Rp3,14 Triliun
Senin / 22-06-2026, 11:14 WIB
Jadwal MPL ID S17 Pekan 9 Hari 2: Perebutan Tiket Playoff
Senin / 22-06-2026, 11:12 WIB






