TIKTOK JADIKAN MINI DRAMA MODEL BISNIS PEMASARAN BARU
TikTok resmi memosisikan tayangan mini drama atau short drama sebagai model bisnis baru dalam pemasaran digital. Strategi ini bertujuan menjangkau konsumen secara global melalui pendekatan berbasis cerita.
Strategi inovatif ini dipaparkan dalam ajang TikTok Apps Summit 2026 yang berlangsung di Singapura pada Kamis (18/6).
>>> Dokter Ungkap Manfaat Chemical Peeling untuk Masalah Kulit Tubuh
General Manager Global Business Solutions Southeast Asia and Japan TikTok, Yuke Hu, mengidentifikasi tiga faktor penggerak fase baru industri aplikasi saat ini.
Ketiga faktor tersebut adalah model bisnis baru, inovasi kecerdasan buatan (AI), serta ekspansi pasar internasional.
"AI merupakan mesin terkuat yang akan mendorong era baru industri aplikasi dan game," ujar Yuke Hu.
Langkah ekspansi kategori hiburan bawaan ini mencakup mini game dan format cerita episodik. Pengguna dapat menikmatinya langsung di halaman feed platform tanpa perlu keluar dari aplikasi.
Sektor hiburan baru ini telah mencatatkan nilai pendapatan yang sangat signifikan di pasar global.
"Saat ini industri short drama telah menghasilkan pendapatan global sebesar USD2,9 miliar sepanjang 2025," kata Yuke Hu.
>>> Nama Mendiang Elliott Smith Resmi Diabadikan Jadi Asteroid
Integrasi produk ke dalam alur cerita dinilai memberikan dampak pemasaran yang lebih natural bagi pengiklan. Format ini dinilai lebih efektif dibandingkan spanduk digital tradisional.
Pertumbuhan pesat format ini juga didukung oleh penurunan drastis biaya produksi lewat adopsi teknologi otomatisasi.
"Hanya dalam satu hingga dua tahun, biaya produksi berhasil ditekan hingga 90 persen berkat kemampuan AI," ungkap Yuke Hu.
Efisiensi biaya dan waktu produksi tersebut diklaim mempermudah pelaku usaha baru untuk masuk ke industri kreatif digital.
Untuk mengoptimalkan ekosistem, TikTok meluncurkan pembaruan perangkat lunak berbasis teks untuk pembuatan visual video yang konsisten.
"Kini Symphony mampu menghasilkan video yang realistis dan konsisten hanya berdasarkan perintah teks," jelas Yuke Hu.
>>> Timnas Ceko Hadapi Afrika Selatan di Laga Krusial Grup A Piala Dunia 2026
Perusahaan juga menyediakan solusi pertumbuhan bagi penerbit konten untuk mendistribusikan karya serta melakukan monetisasi lewat iklan atau transaksi digital langsung di dalam platform.
Update Terbaru
Android 17 Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
Intip Gemasnya Rio, Bayi Panda Pertama RI Hasil Diplomasi Panda China
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
Pemerintah Tetapkan Empat Tanggal Merah pada Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces 18 Juni 2026: Keuangan, Asmara, dan Karier
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
Roberto Martinez Dikritik Usai Portugal Imbang Lawan RD Kongo
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
BAIC Indonesia Tawarkan Diskon Hingga Rp50 Juta Sambut Libur Sekolah
Jumat / 19-06-2026, 14:55 WIB
IHSG Merosot 28 Persen, Saham Blue Chip Dinilai Undervalued
Jumat / 19-06-2026, 14:55 WIB
Pengadilan Tinggi Daegu Jatuhkan Hukuman 2,5 Tahun Penjara pada Pembuat Deepfake Member aespa
Jumat / 19-06-2026, 14:55 WIB
Marc Marquez Ingin Ulang Sukses di GP Hungaria pada GP Ceko
Jumat / 19-06-2026, 14:55 WIB
Komisi VII DPR: Libur Sekolah Momentum Perkuat Pariwisata Nasional
Jumat / 19-06-2026, 14:55 WIB
Museum Al-Qur'an Makkah Pamerkan Manuskrip Kuno Berusia 400 Tahun
Jumat / 19-06-2026, 14:55 WIB
Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 2026 dengan Rangka Monokok Baru
Jumat / 19-06-2026, 14:55 WIB
Portugal Hadapi RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 14:53 WIB
Aparat Kosongkan Hotel Sultan Jakarta di Tengah Penghadangan Massa
Jumat / 19-06-2026, 14:53 WIB






