Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Hector Rusthenford Guerrero Flores, pemimpin geng jalanan Tren de Aragua, tewas dalam serangan militer AS di Venezuela.

Trump menyebut operasi itu sebagai "serangan kinetik yang cepat dan mematikan" yang dilakukan oleh Komando Selatan AS (SOUTHCOM).

in1

>>> AS Kurangi Jet Tempur dan Kapal Perang dari Misi NATO di Eropa

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Jumat malam. Ia tidak merinci lokasi pasti serangan atau bagaimana Guerrero Flores ditemukan.

Trump menambahkan bahwa tindakan ini dikoordinasikan secara erat dengan "teman-teman kami di Venezuela, yang bekerja sama dengan sangat baik."

Dalam unggahan yang sama, Trump menyertakan video yang menunjukkan rekaman udara sebuah bangunan yang dihancurkan dalam serangan udara.

Belum diketahui berapa banyak orang yang tewas dalam serangan itu atau unit AS mana yang terlibat.

SOUTHCOM awalnya mengarahkan semua pertanyaan ke Gedung Putih, yang tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan serangan itu terjadi awal pekan ini. Panglima SOUTHCOM, Jenderal Francis Donovan, menambahkan bahwa itu adalah operasi gabungan "melawan kompleks Tren de Aragua."

Guerrero Flores, juga dikenal sebagai Niño Guerrero, adalah pemimpin Tren de Aragua, geng Venezuela yang bermula dari dalam penjara.

Menurut InSight Crime, geng ini merupakan "kelompok kriminal dalam negeri paling kuat" di Venezuela dan telah meluas ke luar negeri.

>>> Mandiri Jogja Marathon 2026 Pecahkan Rekor dengan 10.200 Pelari dari 17 Negara

Pasukan Venezuela menyerbu benteng penjara geng tersebut pada 2023, namun para pemimpinnya berhasil melarikan diri.

Trump berulang kali menyoroti Tren de Aragua sebagai kekuatan kriminal. Pada awal 2025, pemerintahannya menetapkan kelompok itu sebagai organisasi teroris.