Pemerintah akan menyerahkan lahan serta bangunan Hotel Sultan di Jakarta Pusat kepada negara. Proses eksekusi tengah berlangsung dan ditargetkan rampung pada Senin (22/6/2026).

Kawasan tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi ikon baru Indonesia. Hal ini disampaikan oleh CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

in1

>>> Satgas PASTI Tutup Ratusan Aktivitas Keuangan Ilegal Hingga Mei 2026

"Rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia, yang nanti akan diubah secara komprehensif," ujar Rosan.

Ia menambahkan bahwa kawasan Gelora Bung Karno (GBK) juga akan didesain ulang secara total.

Area yang akan dirombak mencakup lapangan golf dan seluruh kawasan GBK dengan total luas sekitar 200 hektar. Pemerintah ingin menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta.

Pengelolaan oleh InJourney

BUMN sektor pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), disiapkan sebagai pengelola area eks Hotel Sultan. Jika aset resmi diserahkan ke Danantara, pengelolaan akan menggunakan jaringan hotel 'The Meru'.

>>> Ancaman Tersembunyi di Dasar Laut yang Bisa Picu Bencana Global

"Kalau kita kan punya Injourney, kita punya yang namanya Meru, ya kan?

Ya nanti kalau ini semua selesai di Mensekneg, ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa Injourney, Meru," papar Rosan.

Peningkatan seluruh fasilitas di kawasan olahraga GBK ditargetkan memenuhi standar internasional.

>>> AUM Reksadana Pendapatan Tetap Turun Menjadi Rp 240 Triliun pada Mei 2026

"Semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," tegasnya.