Keir Starmer resmi mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris, menjadikannya pemimpin keenam yang meninggalkan jabatan dalam satu dekade terakhir.

Fenomena ini memicu pertanyaan tentang penyebab tingginya pergantian di puncak pemerintahan.

in1

>>> Mantan Kepala Pelayan Kerajaan Ungkap Hubungan Raja Charles dan Pangeran William

Psikolog Lucy Beresford menjelaskan bahwa pemerintah Inggris mengalami beban allostatic, yaitu dampak kumulatif dari ketidakstabilan eksternal yang berkepanjangan.

Istilah ini awalnya merujuk pada efek biologis, tetapi kini juga diterapkan pada institusi yang terjebak dalam siklus adaptasi tanpa waktu pemulihan.

Apa Itu Beban Allostatic?

Beban allostatic adalah akumulasi stres yang memengaruhi tubuh dan pikiran akibat tekanan berkepanjangan.

Psikoterapis Hannah Jackson-McCamley mengatakan bahwa institusi seperti pemerintah bisa mengalami beban allostatic, terutama bagi mereka yang berada di pucuk pimpinan.

“Ketika Anda memasuki peran di mana institusi itu sendiri memiliki beban statis, sulit untuk membuat perubahan karena hal-hal sudah mendarah daging,” ujar Hannah.

Ia menambahkan bahwa Starmer tidak pernah punya kesempatan pulih dari tekanan kampanye dan tugas memimpin negara.

Penyebab Ketidakstabilan

Lucy Beresford menyoroti berbagai peristiwa besar dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir, seperti perang Iran, perang Ukraina, krisis keuangan, pandemi, dan pergantian enam perdana menteri dalam waktu singkat.

Semua ini menciptakan lingkungan yang sangat menegangkan.

>>> Tim Senam Aerobik Indonesia Tembus Empat Besar di Korea Open 2026

“Tubuh secara otomatis bersiap menghadapi krisis berikutnya,” kata Lucy.

Ia menambahkan bahwa ketidakstabilan ini sangat stres bagi manusia, apalagi jika ditambah masalah pribadi seperti hubungan atau pekerjaan.

Dampak beban allostatic meliputi kelelahan kronis, perubahan pola makan, sering sakit, kenaikan berat badan, serta perasaan tidak berdaya dan depresi.

Secara fisik, hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang terus-menerus dilepaskan dapat merusak otot, jaringan, dan organ.

Lucy menjelaskan bahwa beban ini juga bisa memperburuk kondisi yang sudah ada, seperti tekanan darah tinggi, dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Bahkan ada teori bahwa stres dapat meningkatkan timbunan lemak di perut.

Tanda-tanda beban allostatic meliputi rasa lelah berlebihan, perubahan kebiasaan makan, konsumsi alkohol atau gula berlebih, sering sakit, kenaikan berat badan, serta perasaan putus asa.

>>> BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026

Hannah menambahkan bahwa momen Starmer yang terharu saat pidato bisa menjadi indikasi kelelahan emosional.