ESSA Optimistis Kinerja Membaik Usai Pabrik Amonia Beroperasi Penuh
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) optimistis kinerja perusahaan akan membaik pada tahun 2026 setelah pabrik amonia kembali beroperasi penuh.
Fasilitas Banggai Ammonia Plant (BAP) yang dikelola anak usaha ESSA, PT Panca Amara Utama, telah menyelesaikan pemeliharaan terencana pada 8 Juni 2026.
>>> Mbappe Sebut Messi Terbaik di Piala Dunia 2026
Pabrik di Sulawesi Tengah itu memiliki kapasitas produksi 700.000 ton per tahun dan disebut sebagai salah satu yang paling efisien di dunia.
Manajemen ESSA menyatakan bahwa BAP kini sudah beroperasi penuh (fully operational).
Pemeliharaan berkala meliputi inspeksi, penggantian peralatan, dan peningkatan keandalan fasilitas yang selesai tepat waktu.
Pada kuartal I-2026, ESSA membukukan pendapatan US$ 95 juta, naik 37% year on year (yoy).
Laba bersih melesat 13% yoy menjadi US$ 19 juta, didorong kenaikan harga amonia dan LPG.
Prospek Bisnis dan Rekomendasi Analis
Senior Research Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pengoperasian kembali pabrik akan meminimalisir risiko penghentian operasional tidak terencana pada semester II-2026.
"Output yang dihasilkan pabrik ini diharapkan bakal lebih optimal," ujar Nafan.
>>> Poco Luncurkan Varian Warna Yellow untuk Poco X8 Pro
Prospek bisnis amonia didukung permintaan global dari sektor pupuk, pangan, dan olahan kimia di tengah ketidakpastian geopolitik.
Nafan menyarankan ESSA mempertimbangkan diversifikasi ke produk turunan seperti blue ammonia untuk mendukung transisi energi.
"Upaya ini akan memposisikan ESSA sebagai pemain utama dalam transisi energi hijau," imbuhnya.
Dari sisi investasi, saham ESSA saat ini masih mengalami koreksi sehat.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan, pergerakan teknikal saham ESSA masih dalam fase downtrend jangka pendek dengan volume transaksi mengecil.
Herditya merekomendasikan aksi buy on weakness dengan level support Rp 585 per saham.
>>> Brusky 125 Baru Awal, Kawasaki Lirik Modenas Lain untuk RI?
Target harga di kisaran Rp 710 hingga Rp 765 per saham, dengan resistance Rp 670 per saham.
Update Terbaru
Suami Venezuela Fury Ungkap Alasan Sang Istri Menangis Saat Bulan Madu
Senin / 22-06-2026, 20:29 WIB
Beban Allostatic Pemerintah Inggris: Enam PM Mundur dalam 10 Tahun
Senin / 22-06-2026, 20:29 WIB
Mantan Kepala Pelayan Kerajaan Ungkap Hubungan Raja Charles dan Pangeran William
Senin / 22-06-2026, 20:28 WIB
Tim Senam Aerobik Indonesia Tembus Empat Besar di Korea Open 2026
Senin / 22-06-2026, 20:28 WIB
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026
Senin / 22-06-2026, 20:28 WIB
Pemain Timnas Inggris Patuhi Jam Malam Thomas Tuchel di Piala Dunia
Senin / 22-06-2026, 20:28 WIB
PPIH Berangkatkan Kloter Terakhir Jemaah Haji Indonesia dari Makkah
Senin / 22-06-2026, 20:28 WIB
Wembley Longgarkan Aturan Botol Air Saat Konser Harry Styles di Tengah Gelombang Panas
Senin / 22-06-2026, 20:27 WIB
Kemnaker Pantau Isu Relokasi Dua Pabrik Otomotif Jepang ke Vietnam
Senin / 22-06-2026, 20:27 WIB
Transaksi QRIS Perbankan Tumbuh Positif hingga Mei 2026
Senin / 22-06-2026, 20:27 WIB
Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Bakal Disidang di PN Jaktim
Senin / 22-06-2026, 20:22 WIB
Graham Arnold Akui Sulit Hentikan Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 20:22 WIB
Tokocrypto Resmi Migrasi ke Ekosistem ICEX Group
Senin / 22-06-2026, 20:22 WIB
Sutan Emir Hidayat Resmi Jadi Dewan Pengawas Syariah Bank Nagari
Senin / 22-06-2026, 20:22 WIB






