PT Bach Multi Global, perusahaan penjualan dan penyewaan infrastruktur telekomunikasi, bersiap melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Calon emiten dengan kode saham BACH ini akan menawarkan maksimal 615 juta lembar saham baru kepada publik.

in1

>>> Empat Saham Emiten Indonesia Resmi Dikeluarkan dari Indeks FTSE Russell

Jumlah tersebut setara dengan 15,06 persen dari total modal ditempatkan setelah IPO.

Manajemen menetapkan harga indikatif pada kisaran Rp 400 hingga Rp 500 per saham selama masa bookbuilding.

Dengan rentang harga itu, perseroan menargetkan dana segar antara Rp 246 miliar hingga Rp 307,50 miliar.

>>> Eloy Room Catat Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026

Rencana Penggunaan Dana IPO

Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil IPO akan dialokasikan untuk dua kebutuhan utama. Sekitar Rp 91,02 miliar digunakan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk.

Sisa dana sebesar Rp 213,48 miliar akan ditambahkan sebagai modal kerja. Modal kerja ini difokuskan untuk mendukung ekspansi operasional, termasuk pembelian unit generator set (genset) baru.

Genset yang dibeli akan dijual kembali atau disewakan kepada konsumen. Manajemen telah mengeluarkan uang muka Rp 18,18 miliar untuk pembelian armada genset tersebut.

>>> Ciputra Life Raup Pendapatan Premi Rp181,28 Miliar pada Kuartal I-2026

Jadwal Bookbuilding dan Penjamin Emisi

Masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan berlangsung pada 22-24 Juni 2026. PT Erdikha Elit Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk aksi korporasi ini.