Menteri Perdagangan Budi Santoso membatalkan rencana kenaikan harga minyak goreng kemasan rakyat atau MinyaKita. Keputusan ini diumumkan di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.

Pembatalan dilakukan demi menjaga stabilitas harga pasar agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah akan memperkuat jalur distribusi logistik nasional.

in1

>>> Timnas Jepang Hancurkan Tunisia 4-0 di Laga Ke-1000 Piala Dunia

Langkah ini seiring dengan evaluasi mendalam yang dijalankan Kementerian Perdagangan. Fokus utama adalah mengkaji perluasan penyaluran produk melalui jaringan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan.

Porsi Distribusi BUMN Akan Ditingkatkan

“Sampai saat ini kan tidak ada kenaikan.

Jadi yang akan kita lakukan, yang pertama adalah kita akan menaikkan porsi distribusi untuk BUMN pangan,” ujar Budi Santoso.

Opsi peningkatan kuota pasokan ditargetkan melonjak hingga di atas 50 persen. Saat ini, realisasi penyaluran melalui perusahaan pelat merah baru mencapai 35 persen.

>>> Yamaha Rayakan Satu Dekade Aerox dengan We Are Aerox Society di Jakarta

Kerja sama ini akan melibatkan Perum Bulog dan ID Food. Mereka akan menunjuk mitra jaringan distributor resmi hingga tingkat pedagang eceran di pasar tradisional.

“Nanti kalau misalnya pengecer itu tidak menjual sesuai itu (HET), ya nanti di blacklist sama Bulog.

Jadi kalau yang disalurkan oleh Bulog atau ID Food itu pasti sesuai (HET),” tutur Budi Santoso.

Optimalisasi keterlibatan entitas negara menjadi prioritas utama intervensi pemerintah. Kebijakan ini diharapkan meredam gejolak harga di masyarakat.

>>> Cesc Fabregas Incar Bek Chelsea Trevoh Chalobah untuk Como

“Kita coba cari solusi yang lain dulu, yang lebih bagus. Salah satunya adalah dengan menambah kuota untuk didistribusikan BUMN pangan,” pungkas Budi Santoso.