Presiden Prabowo Subianto menggandeng Imperial College London dalam rencana pembangunan 10 universitas medis dan sains baru di Indonesia.

Kampus yang menempati peringkat kedua dunia versi QS World University Rankings itu akan terlibat dalam penyusunan kurikulum, penguatan kualitas dosen, penelitian bersama, hingga supervisi standar pengajaran di perguruan tinggi yang akan dibangun.

in1

>>> Teknologi Geotab Pangkas Risiko Berkendara Armada Aviasi hingga 60%

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas saat delegasi Imperial College diterima langsung oleh Prabowo di Istana Kepresidenan.

"Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden (Prabowo) mendirikan 10 medical and science university.

Nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College," kata Brian dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Brian menjelaskan pemerintah dan Imperial College tengah menjajaki pembentukan kemitraan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di RI, terutama di bidang kedokteran dan sains.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga berpeluang diperluas ke bidang lain di luar pendidikan medis.

Ia mengatakan keterlibatan Imperial College tak hanya sebatas penyusunan kurikulum, kampus tersebut juga akan mendukung pengembangan standar pengajaran, penelitian bersama (joint research), hingga program profesor tamu atau visiting professor.

"Nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya," ujarnya.

Menurut Brian, kerja sama itu diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, khususnya pada universitas medis baru yang akan dibangun pemerintah.

Dampaknya juga diharapkan dapat dirasakan oleh perguruan tinggi lain di berbagai daerah.