PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) berhasil menekan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net menjadi 0,86 persen pada kuartal I-2026.

Pencapaian ini diumumkan dalam paparan publik di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).

in1

>>> Piala Dunia 2026 Dongkrak Trafik Konten Emiten Digital dan Penyiaran

Angka tersebut menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana rasio NPL net berada di posisi 1,48 persen.

Direktur Retail Banking Amar Bank Abraham Christo Lumban Batu menjelaskan bahwa penguatan proses underwriting berbasis teknologi menjadi penopang utama perbaikan kualitas aset.

Seluruh proses penyaluran kredit di Amar Bank kini berjalan secara digital. Manajemen mengandalkan pembaruan sistem penilaian kredit yang disesuaikan dengan perubahan perilaku nasabah dan tren risiko terkini.

Komunikasi Aktif dengan Nasabah

Langkah seleksi kredit yang ketat diimbangi dengan strategi komunikasi aktif. Manajemen berupaya mendeteksi potensi kendala pembayaran nasabah sejak tahap awal melalui interaksi intensif.

Abraham menegaskan bahwa Amar Bank senantiasa menjaga komunikasi dengan nasabah. Hal ini penting karena mayoritas portofolio pembiayaan perusahaan tersalurkan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

>>> Airlangga Hartarto Respons Penurunan Status Arus Informasi oleh MSCI

Menurut Abraham, sektor UMKM memiliki daya tahan yang relatif kuat terhadap perlambatan ekonomi karena kemampuan adaptasi yang tinggi.

"Di tengah kondisi ekonomi saat ini mereka punya cara bertahan yang berbeda dan relatif lebih fleksibel dibandingkan perusahaan besar," ujarnya.

Manajemen menegaskan bahwa penurunan rasio NPL net tetap mengutamakan aspek keamanan keuangan perusahaan.

Angka tersebut sudah mencakup pembentukan dana cadangan yang memadai untuk mengantisipasi potensi risiko di masa depan.

>>> Rupiah Diprediksi Tertekan Pekan Depan Meski Status Emerging Market Dipertahankan

Abraham menambahkan bahwa pihaknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan membuat cadangan kerugian yang konservatif. "Karena itu angka NPL yang rendah ini menunjukkan kualitas portofolio yang baik," katanya.