Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan penolakan tegas terhadap usulan penambahan utang dalam anggaran jangka panjang Uni Eropa.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussel, Jumat.

in1

>>> Mendagri Teken SKB Percepat Program Pembangunan 3 Juta Rumah

Menurut Merz, proposal anggaran yang saat ini diajukan masih terlalu besar. "Usulan yang ada di atas meja saat ini jelas terlalu tinggi.

Angkanya harus diturunkan," ujarnya kepada wartawan.

Ia juga menolak gagasan Uni Eropa mengambil utang tambahan untuk membiayai berbagai program. "Kita hanya bisa membelanjakan uang sebanyak yang kita miliki," tegas Merz.

Merz menegaskan akan kembali menyuarakan penolakannya dalam sidang Dewan Eropa. "Hari ini di Dewan Eropa, saya akan kembali menegaskan seruan agar Uni Eropa tidak menambah utang baru.

>>> SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Lokal

Kita tidak boleh melakukannya," katanya.

Anggaran Jangka Panjang Uni Eropa

Anggaran jangka panjang Uni Eropa berikutnya, yang dikenal sebagai Multiannual Financial Framework (MFF), akan mencakup periode 2028 hingga 2034.

Kerangka tersebut menentukan prioritas belanja di berbagai sektor, termasuk pertanian, pembangunan regional, industri, dan keamanan.

Sebagai ekonomi terbesar di Uni Eropa, Jerman merupakan penyumbang bersih terbesar bagi anggaran bersama blok tersebut.

>>> Indonesia dan Korea Selatan Dorong Digitalisasi UMKM Lewat Smart Factory

Kontribusi Jerman lebih besar dibandingkan dana yang diterimanya kembali dari anggaran Uni Eropa.