PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sebesar Rp71,12 miliar pada kuartal I-2026.

Angka ini diumumkan di Jakarta, Kamis (18/6), setelah perseroan menorehkan kinerja positif di segmen ritel dan UMKM.

>>> KPK Periksa 11 Saksi Kasus Pemerasan Imigrasi yang Jerat Silmy Karim

Laba bersih tersebut tumbuh 5,37 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp67,49 miliar.

Pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran kredit bruto yang melonjak 30,62 persen secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun per Maret 2026.

Total aset perseroan pun ikut terdongkrak naik 34,72 persen menjadi Rp6,93 triliun.

Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian menyatakan bahwa ekspansi kredit yang dicapai berada jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional.

"Pertumbuhan kredit kami yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan," ujar Vishal Tulsian.

Kinerja intermediasi yang kuat turut mendongkrak pendapatan operasional naik 13,82 persen menjadi Rp527,76 miliar. Pendapatan bunga bersih juga meningkat 15,58 persen menjadi Rp370,20 miliar.

Meskipun ekspansi kredit dilakukan secara agresif, rasio kredit bermasalah (NPL) net berhasil diturunkan dari 1,48 persen menjadi 0,86 persen per Maret 2026.

Hal ini berkat pengelolaan risiko yang efektif.

>>> Kementerian PU Kejar Target 93 Sekolah Rakyat Fungsional Juli 2026

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Amar Bank melonjak hingga 115,46 persen secara tahunan. Rasio kecukupan modal (CAR) berada pada posisi kuat sebesar 99,17 persen.

Senior Vice President Finance Amar Bank David Wirawan mengonfirmasi bahwa lonjakan DPK membantu perusahaan menekan biaya dana secara optimal.