Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkenalkan pesawat kepresidenan baru yang dijuluki 'Gedung Putih Terbang' pada Jumat (22/6) di Pangkalan Gabungan Andrews.

Pesawat Boeing 747-8 ini merupakan bekas jet kerajaan Qatar yang dimodifikasi besar-besaran dalam waktu kurang dari setahun.

in1

>>> Gaun Floral Karen Millen untuk Tamu Pernikahan, Diskon 40%

Pesawat tersebut dihadirkan sebagai solusi sementara karena program pengganti Air Force One resmi mengalami penundaan hingga setidaknya 2028.

Desain Mewah ala Trump

Trump mengundang wartawan untuk melihat langsung interior pesawat yang menurutnya 'paling mewah di dunia'.

Eksterior pesawat didominasi warna biru tua dan garis merah tebal, mirip dengan jet pribadi Trump yang sering disebut 'Trump Force One'.

Di bagian ekor terpampang bendera Amerika raksasa, sementara di dekat pintu masuk terdapat segel kepresidenan.

Interior pesawat lebih mirip kantor mewah daripada kabin pesawat komersial. Terdapat kursi kulit mewah, finishing kayu poles, dan detail warna emas di seluruh kabin.

Ruang konferensi dilengkapi meja besar, kursi kulit tebal, dan televisi raksasa yang siap digunakan untuk briefing keamanan atau diskusi diplomatik.

Bahkan sabuk pengaman pun memiliki segel kepresidenan khusus. Karpet tebal berwarna cokelat dan krem membentang di sebagian besar kabin.

Kabin Pers Lebih Luas

Wartawan yang biasa meliput perjalanan presiden langsung menyadari bahwa kabin pers terasa jauh lebih luas dibandingkan pesawat kepresidenan saat ini.

Kabin tersebut diisi deretan kursi kulit lebar yang memberikan ruang lebih bagi wartawan. Pejabat kemudian mengonfirmasi bahwa kursi dapat direbahkan sepenuhnya.

>>> Greta Thunberg: Gelombang Panas 40°C di Inggris Baru Awal

Bagian depan pesawat tidak dibuka untuk pengunjung, namun wartawan bisa melihat dari kejauhan ruangan bergaya eksekutif.