Wakil Presiden AS JD Vance Sebut Semua Target Utama Negosiasi dengan Iran Tercapai
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengumumkan hasil positif dari perundingan antara AS dan Iran yang berlangsung di Swiss.
Ia menegaskan bahwa semua target utama yang dibawa Washington telah berhasil dicapai.
>>> Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal, Begini Asal-usulnya
Vance mengakui adanya ketegangan dalam proses dialog, namun hal itu tidak menghalangi tercapainya kesepakatan awal. "Ada sedikit keluhan dari pihak Iran, tapi itu bisa dipahami.
Namun saya pikir hasilnya tetap jelas," ujarnya, Selasa (23/6).
Pemerintah AS menetapkan empat tujuan utama sebelum negosiasi. Pertama, memastikan Selat Hormuz tetap terbuka sebagai jalur strategis perdagangan minyak dunia.
Vance mengatakan mekanisme khusus telah dibentuk untuk mencegah eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Target kedua adalah menjaga gencatan senjata di kawasan.
AS membangun jalur komunikasi darurat antara pihak-pihak yang berpotensi terlibat konflik, termasuk Israel, Hizbullah, dan aktor regional lainnya.
>>> Argentina Hajar Austria, Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
Poin ketiga yang disebut sebagai pencapaian penting adalah kesepakatan Iran untuk kembali mengizinkan inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) masuk ke wilayahnya.
"Ini adalah tonggak besar bagi rakyat Amerika," ujar Vance.
Tujuan keempat adalah membangun kerangka teknis untuk negosiasi lanjutan dalam beberapa minggu ke depan. AS bersama Iran, Qatar, dan Pakistan telah menyepakati struktur awal untuk melanjutkan pembahasan.
Meski demikian, Vance menegaskan bahwa kesepakatan akhir belum tercapai. "Ini baru fondasi.
Kami belum membangun rumahnya. Tapi kami sudah berada di jalur yang tepat," ujarnya.
Vance mengakui masih ada isu besar yang belum diselesaikan, termasuk masalah nuklir dan ekonomi Iran.
>>> Gmktec Luncurkan Mini PC Evo-X3 dengan Ryzen AI Max+ 395 dan RAM 128GB
Namun ia optimistis proses diplomasi yang berjalan telah membawa kemajuan signifikan menuju kesepakatan yang lebih luas.
Update Terbaru
Karmelo Anthony Rekrut Tim Hukum Baru untuk Banding Vonis Pembunuhan
Selasa / 23-06-2026, 04:58 WIB
WNA Sindikat Love Scam Ditangkap di Surabaya, 53 Perempuan Jadi Korban
Selasa / 23-06-2026, 04:58 WIB
Piala Dunia 2026: Mbappe Bawa Prancis Unggul 1-0 atas Irak di Babak Pertama
Selasa / 23-06-2026, 04:57 WIB
Roy Suryo dan Dokter Tifa Tolak Tawaran Jaksa soal Restorative Justice
Selasa / 23-06-2026, 04:42 WIB
Roy Suryo Bebas dari Penahanan, Tetap Pertanyakan Ijazah Jokowi
Selasa / 23-06-2026, 04:42 WIB
Tingkat Promosi Teknis Sersan AU AS Tertinggi dalam 5 Tahun
Selasa / 23-06-2026, 04:38 WIB
Prabowo Panggil Direksi PLN Bahas Pemadaman Listrik di Jawa
Selasa / 23-06-2026, 04:38 WIB
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ogah Berhenti Usut Ijazah Jokowi: Kami Bukan Pengkhianat
Selasa / 23-06-2026, 04:37 WIB
Lionel Messi Akui Bahagia Usai Jadi Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
Selasa / 23-06-2026, 04:12 WIB
Pelatih Paraguay Kritik FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya
Selasa / 23-06-2026, 04:09 WIB
Tesla Tabrak Rumah di Texas, Seorang Wanita Tewas
Selasa / 23-06-2026, 04:09 WIB
Cadangan Minyak Darurat AS Tersimpan di Gua Garam Bawah Tanah, Ini Fungsinya Saat Pasar Panik
Selasa / 23-06-2026, 04:09 WIB
Madonna Ungkap Alasan Biopiknya Batal Diproduksi Universal
Selasa / 23-06-2026, 04:00 WIB
Boy George Kecam Unggahan Father's Day Dorit Kemsley yang Serang Mantan Suami
Selasa / 23-06-2026, 04:00 WIB






