Media Israel Bongkar: Trump Diam-diam Ingin Gulingkan Netanyahu
Hubungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan memasuki fase tidak biasa. Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan diam-diam menginginkan pergantian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Laporan Channel 12 Israel menyebut sejumlah pejabat di pemerintahan Trump menilai kabinet Netanyahu yang didominasi kelompok garis keras menjadi penghambat agenda diplomatik Washington di Timur Tengah.
>>> Cek Bansos Kemensos: Panduan Lengkap via Aplikasi dan Situs Resmi
"Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan tentang kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan populer baru sebelum pemilihan umum Israel," demikian laporan Channel 12, dikutip Selasa (23/6).
Menurut laporan tersebut, pemerintahan Trump bahkan telah menjalin kontak informal dengan sejumlah tokoh oposisi Israel. Termasuk Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan Mantan Menteri Kabinet Perang Gadi Eisenkot.
Media Israel itu menyebut para tokoh oposisi dalam beberapa bulan terakhir aktif memperkuat hubungan dengan pejabat di Washington.
Mereka mulai memperoleh dukungan terbatas dari kalangan yang mengkritik kebijakan Netanyahu.
Langkah Washington disebut bertujuan memanfaatkan momentum krisis kepercayaan terhadap pemerintahan Netanyahu yang terus menghadapi tekanan politik di dalam negeri.
"Pemerintah AS melihat perlunya membangun mekanisme kepercayaan informal baru dengan Israel," demikian laporan tersebut. Meski demikian, Trump disebut belum secara terbuka memberikan dukungan kepada figur oposisi tertentu.
Negosiasi Iran-Amerika Jadi Pemicu
Laporan mengenai upaya AS mencari alternatif kepemimpinan di Israel muncul di tengah berlangsungnya pembicaraan teknis antara AS dan Iran di Swiss.
Tujuannya mengakhiri konflik kedua negara dan meredakan ketegangan di kawasan.
>>> Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Beserta Jadwal Pencairannya
Kesepakatan sementara AS-Iran menyerukan penghentian pertempuran di berbagai front, termasuk di Lebanon. Selama ini Lebanon menjadi lokasi serangan militer Israel terkait keterlibatan kelompok milisi Hezbollah dalam konflik Iran.
Update Terbaru
Microsoft 365 Copilot Akan Terpasang Otomatis di Windows 11
Selasa / 23-06-2026, 02:02 WIB
Hailey Bieber Pamer Body di Kampanye Terbaru SKIMS
Selasa / 23-06-2026, 02:01 WIB
Pemakaman Makenzi Kern, Sahabat Tyrese Haliburton dan Tunangan, Diumumkan
Selasa / 23-06-2026, 02:00 WIB
Jill Smokler, Pendiri Scary Mommy, Meninggal di Usia 48 Tahun
Selasa / 23-06-2026, 02:00 WIB
Hubungan Mystikal dengan Anaknya Retak Akibat Vonis Pemerkosaan
Selasa / 23-06-2026, 02:00 WIB
Catatan Tebusan Nancy Guthrie Tidak Sebut Ia Meninggal
Selasa / 23-06-2026, 01:58 WIB
HMI Sulsel Demo di Makassar, Sorot Evaluasi Kinerja Pemerintahan
Selasa / 23-06-2026, 01:57 WIB
Aston Villa Bawa Trofi Liga Europa ke Indonesia
Selasa / 23-06-2026, 01:57 WIB
Pembaruan ARC Raiders Pekanan 22-29 Juni: Drop Pasokan, Perburuan Leaper, dan Tantangan Spaceport
Selasa / 23-06-2026, 01:49 WIB
Zenless Zone Zero Rilis Kostum Baru Velina "Shade of Leisure"
Selasa / 23-06-2026, 01:49 WIB
Menteri Rosan Bocorkan Nasib Hotel Sultan GBK: Bakal Dirobohkan Total
Selasa / 23-06-2026, 01:42 WIB
2 Pabrik Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Pindah ke Vietnam, Menaker Buka Suara
Selasa / 23-06-2026, 01:38 WIB
Roy Suryo dan Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Jalani Sidang
Selasa / 23-06-2026, 01:38 WIB
Kemenkes Buka Lowongan Finance & Administrative Assistant, Gaji Rp5 Juta
Selasa / 23-06-2026, 01:38 WIB






