Namun, Netanyahu menolak mengikuti kesepakatan tersebut dengan alasan Israel tidak dilibatkan dalam proses perundingan. Netanyahu dan para menterinya bahkan menegaskan tidak akan menarik pasukan Israel dari Lebanon Selatan.

Penolakan itulah yang diyakini semakin memperlebar perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv. Terutama ketika pemerintahan Trump sedang berupaya mendorong penyelesaian diplomatik dengan Iran.

in1

Sementara itu, jajak pendapat yang dirilis surat kabar Israel, Maariv, menunjukkan blok oposisi berpotensi membentuk pemerintahan baru apabila pemilu digelar saat ini.

Oposisi diproyeksikan meraih 61 kursi parlemen, unggul atas blok Netanyahu yang diperkirakan hanya memperoleh 49 kursi.

Survei tersebut juga memperkirakan partai-partai Arab di Israel akan mengamankan 10 kursi pada pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Jika laporan tersebut terbukti, maka ini menjadi salah satu sinyal paling kuat bahwa pemerintahan Trump mulai kehilangan kesabaran terhadap Netanyahu.

>>> Cara Cek Desil Bansos Online 2026, Ketahui Posisi Anda di DTSEN Kemensos

Pergantian kepemimpinan di Israel dilihat sebagai salah satu jalan untuk menjaga keberlanjutan negosiasi Iran-Amerika serta meredakan konflik di Timur Tengah.