Ular Hijau Biasa Ternyata Spesies Baru, Ilmuwan Terkejut
Para peneliti dari Chengdu Institute of Biology, bekerja sama dengan Taman Nasional Panda Raksasa, secara resmi mendeskripsikan spesies baru ular hijau pohon: Trimeresurus lii, yang dijuluki ular hijau Huaxi.
Penemuan ini dilakukan pada awal 2025 dan dipublikasikan di jurnal akses terbuka Zoosystematics and Evolution.
>>> Jalan Raya Laut Sepanjang 113 Mil di Florida: 42 Jembatan dan Taruhan Melawan Laut
Yang mengejutkan, selama puluhan tahun ular ini disangka sebagai spesies lain yang sudah dikenal. Hanya analisis genetik modern yang dipadukan dengan studi morfologi yang akhirnya mengungkap identitas aslinya.
Bagaimana Ular Ini Mengelabui Ilmuwan?
Selama bertahun-tahun, populasi ular ini digabungkan dengan Trimeresurus stejnegeri, ular bambu, karena warna hijaunya yang mirip.
Analisis filogenetik DNA menunjukkan bahwa populasi ini membentuk garis keturunan yang benar-benar berbeda. Selain genetika, beberapa ciri fisik juga mengonfirmasi perbedaannya.
Trimeresurus lii kini menjadi spesies ke-58 yang dideskripsikan dalam genus Trimeresurus, dan hanya spesies kedua dalam subgenusnya yang teridentifikasi di Provinsi Sichuan.
Nama spesies ini dipilih sebagai penghormatan kepada Li Er, filsuf Tiongkok kuno yang dikenal sebagai Laozi, pendiri Taoisme.
Bo Cai, kepala peneliti, menjelaskan bahwa filosofi Laozi tentang harmoni manusia dan alam selaras dengan misi konservasi Taman Nasional Panda Raksasa.
Ular Huaxi hidup di hutan lembap Gunung Emei dan Xiling Snow Mountain. Lingkungan ini masih kurang diteliti meskipun memiliki keanekaragaman ekologi yang luar biasa.
>>> Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Lewat HP, Mudah dan Praktis
Risiko Kesehatan Masyarakat
Seperti anggota genus Trimeresurus lainnya, ular hijau Huaxi berbisa.
Ular ini sering berada di area yang dihuni komunitas pegunungan, sehingga menimbulkan risiko kesehatan bagi penduduk lokal dan pendaki.
Sekitar 5 juta kasus gigitan ular dan 150.000 kematian terjadi setiap tahun di seluruh dunia, terutama di negara tropis.
Belum ada kepanikan, tetapi fakta ini perlu dipertimbangkan dalam strategi kesehatan masyarakat setempat.
Makna Penemuan Ini
Penemuan ini menunjukkan bahwa bahkan di kawasan lindung yang dianggap relatif dikenal, biodiversitas masih menyimpan kejutan besar.
Fakta bahwa ular sepanjang 80 sentimeter ini tidak terdeteksi selama ini menunjukkan betapa banyak yang masih perlu diungkap.
>>> Garcelle Beauvais Berduka, Sang Kakak Carole Meninggal Dunia
Inventarisasi lapangan di titik-titik panas biodiversitas bukan sekadar kemewahan akademis, melainkan penting untuk melindungi ekosistem dan mengantisipasi risiko bagi populasi lokal.
Update Terbaru
Kemenperin Dorong Partisipasi Aktif Industri dalam Sensus Ekonomi 2026
Selasa / 23-06-2026, 23:49 WIB
Jamkrindo Perluas Dampak Sosial Lewat Program Kesehatan dan Pendidikan
Selasa / 23-06-2026, 23:48 WIB
Bupati Siak Dorong KITB Kembali Berstatus PSN untuk Tarik Investasi
Selasa / 23-06-2026, 23:48 WIB
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Ini Dampaknya bagi PTBA dan PLN
Selasa / 23-06-2026, 23:43 WIB
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal: Antangin vs Tolak Angin
Selasa / 23-06-2026, 23:43 WIB
Presiden Baru Mitsubishi Ingin Lancer Evo Kembali, Tapi Belum Ada Rencana
Selasa / 23-06-2026, 23:42 WIB
Utang Mobil AS Capai Rp27.000 Triliun, Repo Kembali ke Level Resesi
Selasa / 23-06-2026, 23:39 WIB
Galaxy Watch LTE vs Wi-Fi: Mana yang Harus Kamu Beli?
Selasa / 23-06-2026, 23:38 WIB
Hidup Lebih Panjang Tanpa Gym: Kebiasaan Harian di Bawah 5 Menit
Selasa / 23-06-2026, 23:38 WIB
Apakah Kucing Mencintai Manusia Seperti Anjing? Ini Kata Sains
Selasa / 23-06-2026, 23:35 WIB
Casio Rilis G-Shock DW5600TT25-1 Kolaborasi dengan Toyo Tires
Selasa / 23-06-2026, 23:35 WIB
China Ciptakan Generator Hidrogel yang Hasilkan Listrik dari Kelembaban Udara
Selasa / 23-06-2026, 23:35 WIB
Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK di Bundaran HI
Selasa / 23-06-2026, 23:21 WIB
Klasemen AVC Men's Cup 2026: Indonesia Naik ke Peringkat Kedua Usai Kalahkan Thailand
Selasa / 23-06-2026, 23:21 WIB






