Pemerintah mulai mewaspadai efek berantai pelemahan sektor manufaktur terhadap industri otomotif. Setelah ancaman PHK di industri keramik akibat kelangkaan gas, perhatian kini diarahkan ke sektor komponen otomotif.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan sektor industri yang berisiko mengalami pengurangan tenaga kerja. Tekanan ekonomi global menjadi salah satu faktor utama.

in1

>>> King Koil Indonesia Luncurkan The Legacy Collection, Kasur Termahal dengan Teknologi Premium

Kementerian Ketenagakerjaan memiliki sistem pemantauan untuk mendeteksi potensi PHK. Sistem ini berupa dashboard yang memantau kondisi perusahaan dan risiko PHK.

"Kita selalu melakukan monitoring.

Jadi kita punya semacam dashboard untuk melihat kondisi yang ada, mana yang masih berupa ancaman atau risiko PHK, dan bagaimana perkembangannya," kata Yassierli di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

>>> PTPP Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500, Bukti Ketahanan di Tengah Tekanan Industri

Setiap kasus ditangani dengan pendekatan berbeda. Pada tahap awal, penyelesaian dilakukan melalui mekanisme bipartit antara perusahaan dan pekerja.

Jika permasalahan berkembang, pemerintah akan menurunkan mediator atau berkoordinasi dengan kementerian terkait. Yassierli mencontohkan persoalan di industri keramik.

Kelangkaan pasokan gas industri berpotensi mengganggu operasional pabrik dan memunculkan risiko PHK besar jika tidak segera ditangani. "Contohnya terkait industri keramik, adanya kelangkaan gas dan seterusnya.

>>> Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Raya

Itu berpotensi menimbulkan masalah ketenagakerjaan," ujarnya.