Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, dilaporkan telah mengurangi sekitar 21.000 karyawan dalam kurun waktu satu tahun.

Pengurangan ini terjadi di tengah adopsi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif di perusahaan.

in1

>>> Holeshot Device Dilarang di MotoGP Belanda 2026, Ini Alasannya

Dalam dokumen yang disampaikan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Oracle secara terbuka menyebut AI sebagai salah satu faktor besar dalam pengurangan jumlah tenaga kerja.

“Penerapan dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di seluruh operasi kami telah mengakibatkan, dan mungkin akan terus mengakibatkan pengurangan jumlah tenaga kerja kami,” kata perwakilan Oracle, dikutip dari The Strait Times, Selasa (23/06).

Pengurangan ini berdampak pada sekitar 13 persen karyawan Oracle di seluruh dunia. Perusahaan menyebut kemungkinan angka ini akan terus bertambah di beberapa tahun ke depan.

Oracle juga menyebut bahwa penerapan AI di berbagai operasional perusahaan telah dan kemungkinan akan terus berdampak pada pengurangan jumlah karyawan.

Bahkan di awal tahun 2026, Oracle kembali melakukan pemangkasan ribuan karyawan sebagai bagian dari penghematan biaya.

Sebelumnya, Oracle dikabarkan tengah dalam proses merumahkan setidaknya 30.000 karyawan di seluruh dunia. Namun, angka pastinya belum diumumkan secara resmi.

>>> Cek Jadwal Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Juni 2026

Jumlah karyawan Oracle berkurang dari sekitar 162.000 orang menjadi 141.000 orang dalam setahun terakhir. Restrukturisasi tersebut menghabiskan biaya sekitar USD1,8 miliar atau setara Rp32 triliun.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa proses restrukturisasi dan reorganisasi tenaga kerja yang dilakukan secara berkala menimbulkan sejumlah tantangan, termasuk kurangnya tenaga kerja dengan keterampilan tertentu.

Adopsi AI yang dilakukan Oracle juga berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan.

Oracle saat ini menghadapi tekanan finansial akibat biaya pembangunan pusat data AI yang cukup besar untuk pelanggan seperti OpenAI.

Meski tertekan secara keuangan, Oracle telah mengumumkan rencana untuk menggelontorkan dana sebesar USD50 miliar untuk infrastruktur AI di tahun ini.

>>> Cara Mudah Mendapatkan QR Code Kartu Keluarga Secara Online

Oracle dikenal sebagai perusahaan pengembang perangkat lunak basis data dan kini menjadi salah satu penyedia layanan komputasi awan bagi perusahaan besar seperti OpenAI dan Meta.