Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan masih banyak warga Indonesia yang menolak imunisasi. Penolakan paling tinggi berasal dari kalangan laki-laki dewasa atau bapak-bapak.

Pernyataan itu disampaikan Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

in1

>>> Getty Images Gandeng OpenAI untuk Hadirkan Konten Visual Berlisensi di ChatGPT

Menurut Budi, tingkat penerimaan vaksin di sejumlah kelompok masyarakat belum merata. Penolakan cukup tinggi ditemukan pada kelompok pria dewasa.

"Kita sudah melakukan survei, alasan terbesar anak tidak imunisasi adalah keluarga yang tidak mengizinkan, yakni 47% menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023.

Bukan hanya ibu-ibu, tapi banyak ayah-ayah yang tidak mengizinkan anaknya imunisasi," ujar Budi.

Ia menjelaskan keraguan terhadap vaksin dipengaruhi berbagai faktor.

Mulai dari kurangnya pemahaman manfaat vaksin, maraknya informasi tidak akurat di media sosial, hingga kekhawatiran terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan anggapan imunisasi tidak penting.

>>> Insentif Motor Listrik Kembali Ditunda, Pemerintah Masih Kaji

Budi menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian.

Sebab vaksin tidak hanya melindungi individu yang menerima suntikan, tetapi juga membantu mencegah penularan penyakit di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Vaksin merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menurunkan angka kematian. Pemerintah terus berupaya meningkatkan edukasi publik mengenai pentingnya vaksinasi sepanjang hayat.

Kementerian Kesehatan berencana memperkuat kampanye kesehatan dengan melibatkan tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat.

>>> Instagram for TV Hadir di Samsung Smart TV dengan Fitur Discovery Baru

Pemanfaatan platform digital juga akan dilakukan agar informasi yang benar mengenai vaksin dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.