Pemerintah akan mengucurkan insentif untuk pembelian kendaraan listrik baru yang mulai berlaku pada Juli 2026.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, meyakini program tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan pasar otomotif sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik.

in1

>>> Tak Ajukan Praperadilan, Roy Suryo dan Tifa Siap Bertarung di Pengadilan

"Insentif seperti pemotongan PPN DTP dan PPnBM terbukti efektif memicu lonjakan permintaan.

Pasar kendaraan listrik sempat mencatat pertumbuhan masif hingga 152 persen saat stimulus berjalan," kata Esther di Jakarta, Selasa (23/6).

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit, meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Populasi bus listrik hingga April 2026 mencapai 798 unit, sedangkan populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Esther menilai capaian itu menunjukkan kebijakan fiskal yang tepat mampu mempercepat transisi masyarakat menuju kendaraan listrik sekaligus memperkuat pasar otomotif berbasis teknologi hijau.

>>> Honda Siapkan Teknologi Hybrid Sebelum BBM Naik

"Adopsi EV memberikan dampak positif pada penurunan emisi karbon di area perkotaan. Namun, efektivitas ini masih bergantung pada sumber energi pembangkit listrik yang menyuplai pengisian daya," ujarnya.

Aturan dan Target Insentif

Pemerintah juga perlu mendorong pelaku industri EV mencapai standar TKDN 40 persen dan mengurangi impor agar manfaat ekonomi dari pertumbuhan pasar kendaraan listrik dapat dinikmati industri manufaktur nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah menyiapkan insentif untuk masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan sepeda motor listrik tahun ini.

Untuk sepeda motor listrik, nilai insentif diperkirakan Rp5 juta per unit. Besaran dan skema final akan diumumkan setelah pembahasan dengan kementerian terkait selesai.

>>> Budaya Populer Ikut Langgengkan Stigma Negatif Janda, Waktunya Setop

Dikabarkan bahwa besaran insentif menyesuaikan pemanfaatan material nikel pada baterai kendaraan listrik.