Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sejak akhir pekan lalu di Swiss mencapai kemajuan signifikan. Salah satu hasilnya adalah kesepakatan pembentukan empat kelompok kerja.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibadi mengumumkan hal tersebut pada Senin (22/6). Ia mengutip pernyataan dari media pemerintah IRNA.

in1

>>> Soda Gembira Masuk Daftar Jenis Soft Drink Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas

"Para negosiator memutuskan kelompok kerja akan dibentuk: Pencabutan Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi," ujar Gharibadi.

Empat Kelompok Kerja dan Fungsinya

Kelompok kerja pertama membahas penghentian sanksi.

Unit ini akan mengurus pencabutan blokade ekonomi, pembebasan aset yang dibekukan, serta pengecualian sanksi untuk ekspor minyak dan produk petrokimia Iran.

Kelompok kerja kedua fokus pada rekonstruksi dan pembangunan ekonomi. Tujuannya meluncurkan berbagai insentif ekonomi dan rencana pembangunan regional untuk mendukung pemulihan pascakonflik.

Kelompok kerja ketiga menangani isu nuklir.

Unit ini akan memusatkan perhatian pada program nuklir Iran dan peran Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam memantau program tersebut.

>>> Istana Respons Daftar 41 Nama Diduga Terlibat Korupsi MBG Versi Sony

Kelompok kerja keempat bertugas memantau dan mengimplementasikan kesepakatan. Unit ini memastikan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman (MoU) sementara serta menangani mekanisme penyelesaian sengketa yang mungkin muncul.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan empat target utama AS telah tercapai dalam negosiasi ini. Pertama, membangun mekanisme untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan koordinasi pembersihan ranjau.

Kedua, negosiator sepakat membentuk unit de-konflik untuk gencatan senjata regional, termasuk di Lebanon. Ketiga, IAEA diizinkan masuk ke Iran untuk memantau program nuklir.

Negosiasi ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara AS dan Iran beberapa pekan lalu. Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian meneken kesepakatan tanpa tatap muka langsung.

MoU tersebut mencakup penghentian pertempuran di semua front, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS, dan masa depan nuklir Iran.

Negosiasi harus dilakukan dalam 60 hari setelah penandatanganan.

>>> Pemerintah Kucur Rp1,54 Triliun untuk Diskon Transportasi Libur Sekolah dan Nataru

Di tengah proses negosiasi, Trump mengancam akan kembali menyerang Iran. Ia juga meminta Teheran agar Hizbullah tidak melakukan tindakan provokatif.