Negosiasi Teknis AS-Iran Rampung, Siapkan Deal Akhir Dalam 60 Hari
Pembicaraan teknis antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Swiss dinyatakan rampung pada Senin (22/6). Hal ini disampaikan oleh Qatar dan Pakistan selaku mediator.
Dalam pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri Qatar, AS dan Iran sepakat mengenai peta jalan menuju kesepakatan akhir yang harus dicapai dalam waktu 60 hari.
>>> Stasiun KRL JIS Diresmikan Hari Ini, Tepat di HUT ke-499 Jakarta
Pembicaraan teknis akan berlanjut sepanjang pekan ini di Buergenstock, Swiss.
Kedua pihak juga sepakat mengenai mekanisme untuk mengakhiri pertempuran di Lebanon.
Selain itu, AS dan Iran setuju membuka jalur komunikasi guna membantu memastikan jalur aman bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Kemajuan Besar dan Komitmen AS
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut ada "kemajuan besar" dalam pembicaraan dengan AS.
Ia mengatakan AS berkomitmen membebaskan sanksi ekspor minyak Iran serta mencairkan sejumlah aset Iran yang dibekukan.
AS juga setuju dengan rencana rekonstruksi Iran dan pembangunan besar-besaran untuk Teheran. Gedung Putih sejauh ini belum memberikan komentar mengenai pembicaraan di Swiss.
Wakil Presiden AS JD Vance memulai perundingan teknis di Swiss pada Minggu (21/6) setelah nota kesepahaman damai diteken bersama Iran pada Rabu (17/6).
>>> Marc Marquez Akui Kini Jadi Penantang Gelar Juara MotoGP 2026
Diskusi berlangsung hingga Senin dini hari.
Sebelum pembicaraan dimulai, Presiden AS Donald Trump mengaku telah memperingatkan pejabat Iran untuk tidak menutup Selat Hormuz. "Jika kalian menutupnya, kalian tidak akan punya negara," kata Trump.
Trump juga menekankan bahwa kesepakatan akhir harus tercapai. Jika tidak, AS akan mengambil alih Selat Hormuz dan mematok tarif sesuai keinginan.
Di Truth Social, Trump juga mengancam Iran untuk menghentikan aksi Hizbullah di Lebanon. "Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon.
Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi," tulisnya.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa delegasi Iran walk out dari ruangan setelah ancaman Trump dipublikasi. Namun, pembicaraan disebut masih berlanjut melalui para mediator.
Peringatan Trump disampaikan setelah militer Iran pada Sabtu (20/6) menutup kembali Selat Hormuz buntut serangan Israel terhadap Lebanon.
>>> Luca Marini Dukung Sanksi Larangan Balap untuk Marco Bezzecchi
Serangan itu dinilai tidak sesuai dengan poin pertama kesepakatan yang mengharuskan penghentian pertempuran di seluruh front.
Update Terbaru
Peringatan Polusi Udara Parah di London Saat Suhu Capai 39°C
Senin / 22-06-2026, 14:17 WIB
Danantara Gelar Forum Strategis Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Senin / 22-06-2026, 14:17 WIB
Persib Bandung Sepakati Transfer Winger Bosnia Luka Menalo
Senin / 22-06-2026, 14:17 WIB
Chelsea Tegaskan Josh Acheampong Tidak Dijual di Tengah Minat Arsenal dan MU
Senin / 22-06-2026, 14:15 WIB
Jurgen Klopp Kritik Keras Rafael van der Vaart soal Komentar soal Virgil van Dijk
Senin / 22-06-2026, 14:15 WIB
Ramalan Zodiak Hari Ini, 22 Juni 2026: Energi Reflektif dari Matahari dan North Node
Senin / 22-06-2026, 14:14 WIB
Persib Bandung Dikabarkan Segera Rekrut Luka Menalo
Senin / 22-06-2026, 14:14 WIB
Sinyal Damai Iran-AS Angkat Bursa Asia dan Tekan Harga Minyak
Senin / 22-06-2026, 14:14 WIB
Cara Mengetahui WhatsApp Diblokir Lewat Fitur Verifikasi Enkripsi
Senin / 22-06-2026, 14:14 WIB
Tujuh BUMN Logistik Segera Bergabung di Bawah Pos Indonesia Mulai Juli 2026
Senin / 22-06-2026, 14:14 WIB
Mbappe Buka Peluang ke MLS, Beckham Sudah Lobi
Senin / 22-06-2026, 14:12 WIB
5 Rekomendasi Setrika Hemat Listrik Terbaik untuk Daya 450 VA
Senin / 22-06-2026, 14:12 WIB
Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Dipicu Masalah PLTU dan Pasokan Batu Bara
Senin / 22-06-2026, 14:12 WIB
Kronologi Video Viral Ajudan Danrem Ditolak Masuk Mandiri Jogja Marathon, Diduga BIB Terjatuh Saat Lari
Senin / 22-06-2026, 14:08 WIB






