Lucid Motors mengumumkan pemangkasan sekitar 18 persen tenaga kerja di Amerika Serikat. Langkah ini diambil karena perusahaan kalah bersaing di pasar mobil listrik.

Selain merumahkan karyawan, COO Marc Winterhoff juga meninggalkan perusahaan. Keputusan ini diumumkan pada Selasa (23/6) waktu setempat.

in1

>>> Jadwal Siaran Langsung Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026

Menurut Reuters, pemangkasan karyawan disebabkan oleh besarnya biaya produksi di tengah ketatnya persaingan mobil listrik di AS.

Konsumen kini beralih ke model yang lebih terjangkau, namun Lucid belum bisa mewujudkannya.

Lucid harus bersaing dengan produsen mapan seperti Tesla dan GM. Minimnya permintaan terhadap Lucid EV sangat mempengaruhi profitabilitas perusahaan.

Perusahaan menolak merinci jumlah karyawan yang terkena dampak.

>>> Janda, Simbol Kemerdekaan Perempuan di Tengah Stigma Sosial

Namun, dengan total sekitar 9.000 karyawan global per 31 Desember, pemangkasan meliputi karyawan tetap, kontraktor, dan pekerja manufaktur per jam.

Lucid juga menghapus shift kedua di pabrik AMP-1, fasilitas produksi EV utamanya. Sebelumnya, pada Februari 2026, perusahaan telah memangkas 12 persen karyawan di AS untuk mengurangi biaya operasional.

Bulan lalu, Lucid menangguhkan prospek produksi 2026 sambil menunggu hasil evaluasi segmen EV di AS.

>>> Sutiyoso Kenang Awal Mula Bangun Sistem Transportasi Umum Jakarta

Perusahaan mengandalkan SUV Gravity dan EV segmen menengah untuk mendorong pertumbuhan penjualan, serta menantikan peluncuran robotaxi melalui kemitraan dengan Uber dan Nuro.