Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 pada Juni 2026. Keluarga dengan anak balita menjadi prioritas utama dalam program ini.

Tujuannya adalah membantu pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang di usia dini.

in1

>>> Bareskrim Tangkap Buron Pencabulan Anak Angkat di Hotel Bogor

Namun, masih ada kendala seperti data penerima belum diperbarui, rekening tidak aktif, dan gangguan teknis sistem penyaluran.

Masyarakat perlu memahami mekanisme dan cara cek bansos PKH balita agar pencairan berjalan lancar.

Kini, pengecekan bisa dilakukan secara online tanpa harus datang ke kantor desa atau dinas sosial.

Cara Cek Bansos PKH Balita Online

Proses pengecekan dilakukan melalui aplikasi resmi Kementerian Sosial, yaitu “Cek Bansos”.

Langkah-langkahnya: unduh aplikasi di Play Store, buka aplikasi, klik Cek Bansos, ketik NIK KTP, klik Cari Data, dan tunggu proses.

>>> Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.885 per Dolar AS Pagi Ini

Jika tidak terdaftar, lakukan pembaruan data di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Syarat Penerima PKH Balita Tahap 2 Juni 2026

Agar dapat menerima bantuan, keluarga harus terdaftar dalam DTSEN Kementerian Sosial, memiliki anak usia 0–6 tahun yang tercantum di Kartu Keluarga, dan termasuk kategori miskin atau rentan miskin.

Selain itu, tidak boleh menerima bantuan sosial sejenis di luar PKH, memiliki dokumen kependudukan valid seperti KTP dan KK, serta aktif mengikuti layanan kesehatan seperti Posyandu sebagai verifikasi.

Mekanisme Pencairan Dana PKH Balita

Dana disalurkan melalui tiga jalur. Pertama, Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) yang bisa dicairkan via ATM, mobile banking, atau kantor cabang.

Kedua, dompet digital GoPay dengan verifikasi NIK. Ketiga, Kantor Pos bagi yang belum memiliki rekening bank, dengan membawa dokumen identitas resmi sesuai jadwal.

>>> Tolak Gencatan Senjata, Menteri Israel Sebut Lebanon Arena Bermain

Penyaluran PKH Balita tahap 2 Juni 2026 menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan anak usia dini. Pastikan data keluarga selalu valid agar tidak mengalami kendala pencairan.