Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki rencana baru untuk motor listrik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kendaraan yang sebelumnya disiapkan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dihibahkan kepada guru honorer di daerah.

in1

>>> Rating TV Nasional per Selasa, 23 Juni 2026: Terikat Janji Pimpin Daftar Program Paling Banyak Ditonton

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan restu terhadap rencana tersebut. Menurutnya, langkah ini paling masuk akal agar uang negara yang sudah terpakai tidak sia-sia.

"Waktu rapat dengan Komisi IX, ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah.

Dan saya setuju dengan rencana tersebut," ujar Yahya.

Meski setuju dengan opsi hibah, Yahya tetap mengkritik proses pengadaan motor tersebut. Politikus Golkar ini sejak awal merasa kurang sreg dengan pengadaan itu.

"Mereka tidak memerlukan mobilitas dalam bekerja," kata Yahya.

Ia juga menyayangkan Komisi IX DPR tidak pernah mendapat laporan soal pengadaan motor ini.

Hal itu membuat fungsi pengawasan DPR terhadap anggaran BGN di era Dadan Hindayana kurang maksimal.

"Perusahaan pengadaan tidak profesional, tidak punya dealer dan tempat service-nya. Yang paling disesalkan harganya di-mark up," ucap Yahya.

Terlepas dari kritikan, Yahya mendukung langkah Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, untuk memaksimalkan aset negara yang sudah terlanjur dibayar.

Agustina mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk mewujudkan wacana tersebut.

"Iya, nanti kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan.

>>> Gagal Penalti dan Hattrick Lawan Austria, Messi Marah dan Bersyukur

Secara keseluruhan, bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT sebenarnya kami inginnya dimaksimalkan," ujar Agustina usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen.