Menkes Ungkap Cakupan Imunisasi Bayi dan Anak Sekolah di RI Terbaru
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan perkembangan terbaru cakupan imunisasi nasional dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Pemerintah telah memperluas cakupan imunisasi rutin wajib bagi bayi dan anak-anak sebagai bagian dari transformasi kesehatan di bidang layanan primer.
>>> Menkes: Masih Banyak Warga Tolak Imunisasi, Bapak-Bapak Paling Sering Menolak
Budi menyebut Indonesia kini memiliki 14 jenis vaksin atau antigen untuk bayi dan anak-anak, naik dari sebelumnya 11 antigen.
"Langkah preventif ini jauh lebih murah dan efektif dibanding membiarkan anak-anak kita jatuh sakit," ujar Budi.
Data Cakupan Imunisasi
Pemantauan imunisasi dibagi ke dalam tiga kelompok sasaran: bayi, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan anak sekolah.
Cakupan imunisasi bayi lengkap pada 2025 mencapai 24,3%, sedangkan pada 2026 naik menjadi 30,1%.
"Sampai bulan Mei kita berhasil meningkatkan 5,8% dibandingkan pencapaian tahun 2025 untuk periode yang sama," kata Budi.
Untuk kelompok baduta, cakupan imunisasi pada 2025 sebesar 21,8% dan meningkat menjadi 28,2% pada 2026.
>>> Getty Images Gandeng OpenAI untuk Hadirkan Konten Visual Berlisensi di ChatGPT
Sementara itu, cakupan imunisasi anak usia sekolah pada 2024 mencapai 91,2%, namun turun menjadi 82,5% pada 2025.
Budi menekankan kelompok anak sekolah memerlukan intervensi khusus dan koordinasi lebih erat dengan pihak sekolah serta orang tua.
Ia juga menyebut kesadaran kelompok dewasa untuk imunisasi lanjutan menunjukkan tren positif dan terus meningkat.
Pemerintah terus mendorong pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatan untuk mengejar target cakupan imunisasi.
Budi memperingatkan rendahnya cakupan imunisasi di beberapa wilayah dapat meningkatkan risiko kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular seperti campak.
>>> Insentif Motor Listrik Kembali Ditunda, Pemerintah Masih Kaji
"Kementerian Kesehatan akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat agar orang tua tidak ragu membawa anak mereka untuk imunisasi sesuai jadwal," ujar Budi.
Update Terbaru
AMD Konfirmasi Driver Radeon 26.6.2 Bermasalah di Windows 10, GPU Bisa Muncul Tanda Seru Kuning
Selasa / 23-06-2026, 14:09 WIB
5 Fitur Windows 11 yang Akan Hadir dalam 30 Hari ke Depan
Selasa / 23-06-2026, 14:08 WIB
Kapolri: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa Wewenang Kejaksaan
Selasa / 23-06-2026, 14:07 WIB
Argentina Juara Grup J, Berpotensi Jumpa Spanyol di 32 Besar
Selasa / 23-06-2026, 14:07 WIB
Purbaya Siap Kaji Ulang Skema Layer Cukai Rokok Lokal Jika Diminta DPR
Selasa / 23-06-2026, 14:03 WIB
Andi Gani Peringatkan 55 Ribu Buruh Terancam PHK Akibat Harga Gas Industri
Selasa / 23-06-2026, 14:03 WIB
Ketua BEM FH UBK Minta Maaf di Tengah Polemik Dugaan Penerimaan Uang Usai Audiensi dengan Gibran
Selasa / 23-06-2026, 14:02 WIB
Insentif EV Dinilai Mampu Dongkrak Penjualan Mobil Listrik
Selasa / 23-06-2026, 14:01 WIB
Tak Ajukan Praperadilan, Roy Suryo dan Tifa Siap Bertarung di Pengadilan
Selasa / 23-06-2026, 14:00 WIB
Honda Siapkan Teknologi Hybrid Sebelum BBM Naik
Selasa / 23-06-2026, 14:00 WIB
Budaya Populer Ikut Langgengkan Stigma Negatif Janda, Waktunya Setop
Selasa / 23-06-2026, 14:00 WIB
KPK Panggil Anggota DPR Nabil Husein di Kasus Rita Widyasari
Selasa / 23-06-2026, 14:00 WIB
Momen Messi Rayakan Gol dengan Wartawan, Joaquin Bruno: Saya Masih Gemetar
Selasa / 23-06-2026, 14:00 WIB
Hasil Deal AS-Iran di Swiss: Selat Hormuz Tetap Dikontrol Teheran
Selasa / 23-06-2026, 14:00 WIB






