Kenaikan suhu tubuh pada anak sering memicu kekhawatiran orang tua. Padahal, kondisi ini umumnya merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi.

Orang tua perlu memahami kapan kondisi buah hati memerlukan kewaspadaan dan cara membaca suhu tubuh secara tepat.

in1

>>> Oppo Find X9 Ultra Resmi, Kamera 200MP Ganda Siap Saingi DSLR

Gejala demam pada bayi dan anak-anak bervariasi tergantung usia serta kondisi masing-masing.

Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain tangisan terus-menerus yang sulit ditenangkan pada bayi baru lahir.

Anak juga bisa tampak lesu secara tidak biasa atau tidak berperilaku seperti umumnya.

Munculnya ruam tanpa penyebab jelas, sakit kepala, nyeri tubuh, kekakuan, atau rasa nyeri lainnya juga menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

"Tanda-tanda demam yang umum yang membuat kebanyakan orang tua membawa anak mereka ke dokter termasuk suhu tubuh 37,7° Celsius atau lebih tinggi," kata Shelby House, perawat rawat jalan dari Compass Health Network.

"Orang tua juga akan membawa anak mereka jika anak terlihat kemerahan, tidak makan atau minum dengan baik, dan menjadi lebih rewel," tambahnya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan, anak yang demam harus segera dibawa ke dokter jika suhu mencapai ≥ 39°C.

Penanganan medis juga diperlukan jika demam berlangsung lebih dari 3 hari, atau terjadi pada bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu ≥ 38°C.

>>> Pradita University Gandeng Ascott untuk Kuliah Living Laboratory

Hasil pengukuran suhu tubuh anak dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi atau metode yang digunakan.

Suhu di atas 37,2° Celsius dapat dianggap sebagai demam ringan, namun sebagian besar dokter menganggap suhu tubuh di atas 38° Celsius sebagai demam tinggi.