Penyakit ginjal tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat dialami oleh anak-anak. Ginjal berperan penting dalam memproduksi hormon eritropoietin dan mengatur pengeluaran urine.

Secara global, prevalensi penyakit ginjal kronis pada anak diperkirakan mencapai 15–75 kasus per juta populasi anak. Insidensinya sekitar 5–18 kasus per juta anak setiap tahun.

in1

>>> Menekraf Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp. A.

, Subsp. Nefro, membagikan delapan gejala yang patut dicurigai sebagai tanda penyakit ginjal pada anak.

Delapan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pertumbuhan terhambat menjadi salah satu pencetus utama yang harus dicurigai. Anak yang mengalami demam tinggi berulang tanpa sebab jelas juga perlu diwaspadai.

Pancaran urine yang lemah atau hanya menetes saat berkemih bisa menjadi indikasi gangguan ginjal. Perubahan warna urine menjadi kemerahan akibat adanya darah juga patut diwaspadai.

>>> Energi Bersih RI Mulai Bergerak Lebih Cepat, Target 2026 Tercapai Lebih Awal

Urine yang tampak berbuih atau berbusa secara berlebihan dapat menandakan kebocoran protein dari ginjal. Pembengkakan, terutama di area sekitar mata, muncul akibat penumpukan cairan karena gangguan fungsi ginjal.

Anemia berkepanjangan yang tidak membaik meskipun anak mendapat asupan zat besi juga perlu diwaspadai.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi pada anak sering tidak disadari orang tua sebagai indikator gangguan ginjal.

>>> Belanda Hadapi Laga Krusial Melawan Swedia di Piala Dunia 2026

Penyakit ginjal pada anak dapat dikenali lebih awal jika orang tua selalu memperhatikan tanda-tanda yang muncul. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.