UNAND Kaji Perpaduan Kearifan Lokal dengan Pertanian Cerdas Iklim
Universitas Andalas (UNAND) Sumatera Barat melakukan kajian tentang sistem pertanian tradisional Minangkabau yang disebut parak. Sistem ini merupakan kearifan lokal yang berpotensi dipadukan dengan konsep pertanian cerdas iklim.
Peneliti dari Fakultas Pertanian UNAND, Yulinda, menyatakan bahwa kearifan lokal Minangkabau berupa sistem parak memiliki potensi besar.
>>> Ekuador dan Curacao Berburu Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
Sistem ini bisa menjadi model adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan.
Riset ini dilatarbelakangi meningkatnya ancaman perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem, banjir, dan longsor di berbagai wilayah Sumatera Barat.
UNAND melakukan riset melalui pengembangan agroforestri cerdas iklim di Hutan Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
Hutan Nagari Salibutan merupakan kawasan penting penyangga lingkungan di daerah aliran Sungai Batang Anai. Hutan ini berperan sebagai daerah tangkapan air yang menopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir.
Perubahan pola curah hujan, meningkatnya suhu udara, serta tingginya risiko bencana hidrometeorologi membuat kawasan tersebut rentan terhadap degradasi lingkungan.
UNAND tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga mendorong penerapan hasil riset secara langsung bersama masyarakat.
>>> Jepang Berpeluang Amankan Tiket Babak Gugur Piala Dunia 2026 Saat Lawan Tunisia
Pendekatan yang dilakukan menunjukkan kearifan lokal bisa menjadi bagian penting dari solusi global menghadapi perubahan iklim.
Masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) mengembangkan pola agroforestri berlapis.
Pohon-pohon seperti asam kandis, durian, manggis, petai, dan pinang dipertahankan sebagai pelindung utama kawasan hutan sekaligus penyerap karbon.
Pada lapisan berikutnya ditanam kakao, sedangkan tanaman rempah seperti jahe, kunyit, dan serai tumbuh di lantai hutan sebagai sumber pendapatan tambahan.
Hasil penelitian UNAND menunjukkan model ini menjawab tiga tujuan utama pertanian cerdas iklim.
Tujuan tersebut adalah meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui diversifikasi usaha, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, serta berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca.
>>> Kemenpar Perkuat Kampanye #DiIndonesiaAja Lewat Forum BBWI 3B
Selain memberikan manfaat ekologis, sistem agroforestri juga membuka peluang ekonomi baru. Potensi pengembangan perdagangan karbon berbasis masyarakat mulai menjadi perhatian dunia.
Update Terbaru
Ryan Goutama: Drama Vertikal Buka Peluang Baru bagi Talenta Lokal
Sabtu / 20-06-2026, 17:05 WIB
CORTIS Disambut Meriah COER di Red Carpet Allo Bank Festival 2026
Sabtu / 20-06-2026, 17:04 WIB
KAI Jakarta Siapkan 629 Ribu Tempat Duduk Kereta Selama Libur Sekolah
Sabtu / 20-06-2026, 17:04 WIB
Rockstar Games Rilis Sampul GTA 6, Konfirmasi Rilis November 2026
Sabtu / 20-06-2026, 17:04 WIB
Jaringan Masyarakat Sipil Tolak Usulan Pemidanaan Pelaku LGBT oleh MUI
Sabtu / 20-06-2026, 17:04 WIB
Honda Super-N EV: Tombol Boost Potong Waktu 0-62 km/jam hingga 4,5 Detik
Sabtu / 20-06-2026, 17:01 WIB
KLH Gugat Perusahaan Pengelola Oli Bekas di Tangerang
Sabtu / 20-06-2026, 17:00 WIB
Komisi IV DPR Apresiasi Program Ketahanan Pangan di Nusakambangan
Sabtu / 20-06-2026, 17:00 WIB
Usai Ziarah ke Makam Gus Dur dan Bung Karno, Kapolri Lanjut ke Astana Giribangun
Sabtu / 20-06-2026, 17:00 WIB
Bintang K-pop Siapkan Karier Cadangan: Dari Perawat Anjing hingga Agen Asuransi
Sabtu / 20-06-2026, 16:56 WIB
Kapten Timnas di Piala Dunia 1938 Tewas Tenggelam di Samudra Hindia
Sabtu / 20-06-2026, 16:52 WIB
Delapan Orang Luka Akibat Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu
Sabtu / 20-06-2026, 16:52 WIB
CORTIS Janjikan Kejutan Spesial untuk COER di Allo Bank Festival 2026
Sabtu / 20-06-2026, 16:50 WIB
Pemprov Kaltim Matangkan Integrasi LP2B untuk Ketahanan Pangan
Sabtu / 20-06-2026, 16:50 WIB






