Pemprov Kaltim Matangkan Integrasi LP2B untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mematangkan integrasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di seluruh kabupaten dan kota.
Langkah ini merupakan komitmen daerah dalam mendukung program strategis nasional, khususnya pembangunan tiga juta rumah dan penguatan ketahanan pangan.
>>> PLN Percepat Pasokan Batu Bara untuk Atasi Pemadaman di Jawa
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa proses pengintegrasian LP2B kini memasuki tahap verifikasi Lahan Baku Sawah (LBS).
Tahapan ini krusial untuk memastikan akurasi data sebelum diserahkan ke tingkat pusat.
"Setelah proses verifikasi selesai, hasilnya akan segera kami usulkan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang," ujar Sri Wahyuni di Samarinda, Sabtu.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri secara daring Rapat Koordinasi (Rakor) dan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) pada Jumat.
Agenda itu melibatkan dua kesepakatan besar, yaitu percepatan perumahan dan tata ruang pangan.
SKB percepatan perumahan ditandatangani antara Menteri Dalam Negeri dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Sementara SKB tata ruang pangan melibatkan Menteri Dalam Negeri dengan Menteri ATR/Kepala BPN mengenai pengintegrasian LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kabupaten/kota.
Sri Wahyuni menekankan agar pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim segera bergerak cepat menetapkan LBS di masing-masing daerah sebelum usulan resmi dikirim.
Pemprov Kaltim menargetkan pemenuhan LP2B dapat mencapai 87 persen dari total LBS yang ada.
>>> MRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp1 Sambut HUT ke-499 Jakarta
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa sektor perumahan rakyat dan ketahanan pangan merupakan pilar kebijakan utama Presiden sejak awal masa pemerintahan.
Update Terbaru
Harley-Davidson Rp40 Jutaan: Akankah Beredar Global Termasuk Indonesia?
Sabtu / 20-06-2026, 18:01 WIB
Skandal Heart Signal 5: Peserta Dituduh Jadi Pelakor Hancurkan Rumah Tangga
Sabtu / 20-06-2026, 18:00 WIB
Bahlil: 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Masih Gelap, Anggaran Listrik Desa Naik Jadi Rp10,3 Triliun
Sabtu / 20-06-2026, 18:00 WIB
Manga Just Like Mona Lisa Resmi Diadaptasi Jadi Anime TV
Sabtu / 20-06-2026, 18:00 WIB
Tumor Otak Tak Selalu Ganas, Sebagian Besar Bersifat Jinak
Sabtu / 20-06-2026, 18:00 WIB
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
Sabtu / 20-06-2026, 18:00 WIB
Ducati Desmo250 MX Resmi Meluncur, Motor Trail dengan DNA Superbike
Sabtu / 20-06-2026, 18:00 WIB
Piala Dunia 2026: Panggung Perpisahan Para Legenda Sepak Bola
Sabtu / 20-06-2026, 17:57 WIB
Imigrasi Targetkan 403 Autogate di 28 Titik Pemeriksaan pada 2026
Sabtu / 20-06-2026, 17:56 WIB
Dean Zandbergen Diam-diam Pantau Timnas Indonesia, Takjub dengan John Herdman
Sabtu / 20-06-2026, 17:56 WIB
Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?
Sabtu / 20-06-2026, 17:56 WIB
5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif
Sabtu / 20-06-2026, 17:56 WIB
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
Sabtu / 20-06-2026, 17:56 WIB
Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik untuk Siapkan Tenaga Kerja
Sabtu / 20-06-2026, 17:56 WIB






